Medan, Armadaberita.com – Kapolda Sumatera Utara, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak, mengajak seluruh jajaran untuk berkontribusi dalam menangani masalah gizi buruk atau stunting. Permintaan tersebut disampaikan saat beliau menggelar bakti kesehatan dalam menyambut dirgahayu 77 tahun Bhayangkara di Rumah Sakit Bhayangkara, Medan, Kamis (22/6).
Kapolda Sumut menyampaikan, penanganan masalah stunting menjadi perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia dan Kapolri. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan dan perkembangan anak-anak di Indonesia tetap stabil dan optimal.
Menurut hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting di Sumatera Utara berhasil menurun sebesar 4,7%, menjadi 21,1% dari angka sebelumnya yaitu 25,8% pada tahun 2021. Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, menargetkan penurunan angka stunting sebesar 12% pada tahun 2023.
Sekretaris Utama Badan Kependudukan Keluarga Berencana (BKKBN) RI, Tavip Agus Rayanto, menyatakan bahwa terdapat 1.166.929 keluarga yang berisiko mengalami stunting di Sumatera Utara. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama-sama dengan pemerintah kabupaten/kota, Forkopimda, TP PKK se-Sumut, dan pihak terkait lainnya, terus berupaya menurunkan prevalensi stunting tersebut.
Kapolda Sumut mengingatkan, penanganan stunting tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan saja, namun juga melibatkan berbagai pihak, termasuk kepolisian. Jajaran kepolisian di Sumatera Utara diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung program-program pemerintah terkait stunting, seperti melalui sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi yang seimbang dan pola hidup sehat.
Dalam upaya menurunkan angka stunting, Kapolda Sumut juga mengajak seluruh anggota kepolisian untuk turut serta dalam kegiatan sosial yang fokus pada peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak. Kegiatan bakti kesehatan yang digelar dalam rangka Hari Bhayangkara tersebut menjadi salah satu contoh nyata dari komitmen kepolisian Sumut dalam mendukung penanganan masalah stunting.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan angka stunting di Sumatera Utara dapat terus menurun secara signifikan. Hal ini akan memberikan dampak positif bagi generasi muda Indonesia dan memastikan mereka memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang optimal untuk masa depan yang lebih baik. (Dewa)











