RSUD Deli Serdang Mulai Tangani Aneurisma Otak, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Medan

Tim-medis RS Adam Malik bersama RSUD Dr.H. Amri Tambunan berhasil melaksanakan operasi coiling perdana pada pasien stroke. (Istimewa)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Penanganan stroke akibat pecah pembuluh darah otak di Kabupaten Deli Serdang memasuki babak baru. RSUD Drs. H. Amri Tambunan untuk pertama kalinya berhasil melakukan tindakan coiling aneurisma secara langsung di rumah sakit tersebut, dengan pendampingan tim RS Adam Malik.

Tindakan yang dilakukan pada awal Agustus 2026 itu menjadi bagian dari penguatan layanan rujukan stroke melalui program proctorship, yakni pendampingan sekaligus alih teknologi klinis kepada rumah sakit daerah. RS Adam Malik menjalankan peran sebagai rumah sakit pengampu regional untuk wilayah Sumatera bagian utara.

Kepala Departemen Neurologi RS Adam Malik, dr. Muhammad Ari Irsyad, M.Ked, Sp.BS, FBSV, mengatakan keberhasilan tindakan perdana tersebut menunjukkan bahwa kemampuan rumah sakit daerah dalam menangani kasus stroke berat mulai diperkuat.

“Kita menghadapi satu kasus stroke yang paling mematikan, namanya stroke aneurisma. Kita dari tim RS Adam Malik membantu dokter dari RSUD Drs. H. Amri Tambunan untuk melakukan tindakan perdana pada kasus stroke aneurisma, yaitu tindakan coiling aneurisma. Alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ujar dr. Ari dalam siaran pers Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik, Kamis (27/8/2026).

Coiling merupakan tindakan untuk menutup aneurisma, yaitu pelebaran abnormal pada pembuluh darah otak yang berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan otak. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan cepat karena dapat menyebabkan kecacatan berat hingga kematian.

Bagi masyarakat Deli Serdang, kemampuan melakukan tindakan tersebut di rumah sakit daerah memiliki arti penting karena dapat memperpendek jalur pelayanan pasien. Selama ini, kasus yang membutuhkan penanganan khusus berpotensi harus dirujuk ke rumah sakit di Kota Medan.

Dokter spesialis bedah saraf RSUD Drs. H. Amri Tambunan, dr. Ahmad Brata Rosa, Sp.BS, yang melakukan tindakan tersebut, mengatakan pengalaman dari proctorship diharapkan menjadi pijakan bagi rumah sakit untuk memberikan layanan secara lebih mandiri.

“Kita telah berhasil menyelesaikan satu kasus coiling aneurisma yang pertama kali dilakukan di RSUD Drs. H. Amri Tambunan. Semoga ke depannya bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi terhadap pasien-pasien stroke,” kata dr. Brata.

Menurut dr. Ari, keberadaan fasilitas laboratorium kateterisasi (cathlab) serta dukungan peralatan bedah saraf menjadi modal penting untuk memperkuat penanganan stroke di daerah.

“Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas baik laboratorium kateterisasi (cathlab) maupun alat operasi mikro bedah saraf ini nantinya akan mendukung layanan stroke menjadi lebih baik lagi,” harapnya.

Penguatan kapasitas tersebut tidak hanya diarahkan agar rumah sakit daerah mampu melakukan tindakan tertentu, tetapi juga membangun kemandirian layanan sehingga pasien memperoleh penanganan yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya.

Dalam program pengampuan layanan rujukan prioritas Kementerian Kesehatan, RS Adam Malik berperan mengampu rumah sakit daerah di Sumatera Utara dan Aceh, serta sebagian wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Pengampuan mencakup sejumlah layanan prioritas, antara lain stroke, kanker, jantung, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.

Melalui penguatan rumah sakit daerah tersebut, transformasi layanan rujukan diharapkan tidak sekadar memindahkan pasien dari daerah ke kota besar, tetapi meningkatkan kemampuan rumah sakit di daerah agar mampu menangani kasus-kasus kompleks sesuai standar pelayanan.

Keberhasilan coiling aneurisma perdana di RSUD Drs. H. Amri Tambunan pun menjadi salah satu contoh bagaimana transfer keahlian dan teknologi klinis dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan stroke berkemampuan tinggi tanpa harus selalu bergantung pada rumah sakit rujukan di kota besar.

Sumber: Tim Kerja Hukum dan Humas RS Adam Malik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *