Nahkoda Baru Rutan Garut, Estafet Pengabdian Terus Berlanjut

Rutan Kelas IIB Garut menggelar Pisah Sambut Kepala Rutan.
Share

Garut, ArmadaBerita.Com — Rutan Kelas IIB Garut menggelar Pisah Sambut Kepala Rutan, Rabu (26/8/2026), sebagai momentum peralihan kepemimpinan dari Muchamad Ismail kepada Muhammad Harun Al Rasyid.

Kegiatan yang dihadiri Kepala Lapas Kelas IIA Garut yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kepala Bapas Kelas II Garut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Garut, pejabat struktural, jajaran Rutan Garut, Dharma Wanita Persatuan, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Garut yang baru, Reyvandi Guzel, berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan.

Pisah sambut menjadi momentum untuk memberikan apresiasi atas pengabdian Muchamad Ismail selama memimpin Rutan Garut sekaligus menyambut hadirnya kepemimpinan baru. Pergantian jabatan dimaknai bukan sebagai berakhirnya sebuah perjalanan, melainkan sebagai bagian dari estafet pengabdian untuk menjaga keberlanjutan program dan membawa organisasi menuju arah yang semakin baik.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran yang selama ini telah bersama-sama membangun Rutan Garut. Saya berharap apa yang sudah kita lakukan bersama dapat terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari perjalanan Rutan Garut ke depan. Di tempat tugas yang baru, saya akan membawa semangat dan pengalaman yang telah kita bangun bersama,” ujar Muchamad Ismail.

Menerima estafet kepemimpinan tersebut, Muhammad Harun Al Rasyid menegaskan komitmennya untuk melanjutkan fondasi positif yang telah dibangun sekaligus menghadirkan penguatan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan.

“Amanah ini akan saya jalankan bersama seluruh jajaran. Hal-hal baik yang sudah dibangun akan kita pertahankan dan tingkatkan, sementara yang masih perlu diperbaiki akan kita benahi bersama. Kuncinya adalah kebersamaan, integritas, dan komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik,” ungkap Muhammad Harun Al Rasyid.

Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah organisasi tidak bergantung pada satu sosok pemimpin, tetapi dibangun melalui kesinambungan, loyalitas, kerja sama, dan komitmen seluruh jajaran.

Pemimpin boleh berganti, tempat tugas boleh berpindah, tetapi nilai pengabdian harus tetap tumbuh dan berlanjut. Dari satu nahkoda kepada nahkoda berikutnya, Rutan Garut terus melangkah dengan semangat yang sama: memberikan pengabdian terbaik bagi organisasi dan masyarakat.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *