Daerah  

Bobby Nasution Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Melantai di Bursa Efek

Share

MEDAN, ARMADABERITA – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi mencari sumber pendanaan baru melalui pasar modal. Dua badan usaha milik daerah itu dinilai memiliki peluang untuk naik kelas dengan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Gagasan tersebut dibahas Bobby saat menerima jajaran BEI di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Rabu, 26 Agustus 2026. Pertemuan itu juga membahas peluang penerbitan obligasi daerah dan pencarian dana untuk pengembangan BUMD Sumatera Utara.

Bobby mengatakan langkah menuju pasar modal bukan perkara mudah. Namun, ia menilai BUMD perlu memiliki fleksibilitas pendanaan agar mampu memperluas usaha dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pembangunan daerah.

“BUMD kita lebih fleksibel tentunya karena hubungannya langsung ke Pemprov, namun tentunya tantangannya tidak mudah,” ujar Bobby.

Menurut dia, pengembangan BUMD tidak boleh hanya mengejar keuntungan. Orientasi bisnis tetap diperlukan agar perusahaan daerah tumbuh sehat, tetapi fungsi pembangunan harus tetap menjadi bagian penting dari pengelolaannya.

“Bukan hanya kedua BUMD ini, tetapi untuk semua BUMD kita harus tetap profit oriented, tetapi semangat pembangunannya tetap diutamakan,” katanya.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin mengatakan Bank Sumut dan Tirtanadi perlu mempersiapkan ekosistem bisnis yang kuat sebelum masuk ke pasar modal.

Untuk Bank Sumut, misalnya, pemerintah daerah dapat menjadi bagian dari cerita bisnis yang ditawarkan kepada calon investor. Keterlibatan pemerintah dalam pembangunan ekonomi daerah dinilai dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan di mata pasar.

“Yang pertama, apa yang membedakan Bank Sumut dengan bank lainnya, yang bisa kita tawarkan ke investor adalah story Pemprov Sumut, bagaimana Pemprov melibatkan Bank Sumut dalam pembangunan ekonomi dan menciptakan ekosistem kuat,” kata Saidu.

Pertemuan tersebut dihadiri jajaran BEI, PT Bank Mandiri dan sejumlah bank Himbara, Direktur Utama Bank Sumut beserta jajaran, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah Pemprov Sumut.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut Timur Tumanggor turut hadir dalam pertemuan tersebut. Agenda ini menjadi bagian dari pembahasan penguatan pembiayaan pembangunan daerah sekaligus penjajakan sumber pendanaan bagi BUMD.

Rencana membawa Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi ke pasar modal masih membutuhkan sejumlah tahapan persiapan, termasuk penguatan kinerja, tata kelola, ekosistem bisnis, dan kesiapan perusahaan memenuhi ketentuan pasar modal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *