Sementara itu, jumlah peminat program MBKM di Universitas Negeri Medan (UNIMED) sendiri berada dalam angka yang signifikan. Menurut data yang dihimpun dari unimed.ac.id (2023), persentase mahasiswa yang mengikuti program MBKM rentang tahun 2022-2023 sebanyak 1.193 mahasiswa. Dengan rincian 347 mahasiswa mengikuti Kampus Mengajar, 393 mahasiswa mengikuti Pertukaran Mahasiswa, 84 mahasiswa mengikuti program Magang dan Studi Independen Bersertifikat, dan 368 mahasiswa mengikuti program Kewirausahaan. Jumlah tersebut menunjukkan optimalisasi pembelajaran di luar lingkungan Perguruan Tinggi.
Upaya yang dilakukan UNIMED untuk meningkatkan minat mahasiswa dalam mengikuti program MBKM salah satunya adalah melalui giat sosialisasi program pada masing-masing fakultas. Contohnya sosialisasi program pertukaran mahasiswa dan magang industri yang dilakukan Prodi Teknik Mesin. Di Prodi ini tidak hanya mengajak mahasiswa untuk mengikuti program MBKM, namun juga menerapkan berbagai atensi lain guna mendorong perguruan tinggi dalam mencapai indikator kinerja utama. Keterampilan praktis melalui program magang, hingga belajar mengajar didapatkan mahasiswa sebagai bekal yang nantinya akan membawa mereka dalam proses kerja yang sesungguhnya di lembaga maupun instansi tertentu. Sehingga mereka dapat mengaplikasikan teori yang dipelajari dan mengembangkan keterampilan teknis maupun soft skills.
UNIMED yang merupakan kampus pencetak tenaga pendidik, juga diwarnai animo mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar. Menurut catatan yang dikemukakan dari website resmi UNIMED (unimed.ac.id) dari 347 mahasiswa, masing-masing dari mereka mengajar pada 21 Kabupaten/Kota. Seperti di Aceh Singkil, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Tengah, Kota Banten, Asahan, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, dan wilayah lain. Sedangkan Dosen UNIMED turut ditugaskan pula di 4 Kabupaten/Kota. Di antaranya seperti Deli Serdang, Karo, Langkat, hingga Medan.
Program Kampus Mengajar menjadi atensi para mahasiswa. UNIMED juga sejauh ini telah memberikan beragam pembekalan. Hal tersebut sebagai bentuk kontribusi Perguruan Tinggi untuk mengingatkan kepada para mahasiswa bahwa mengajar juga memiliki seninya tersendiri. Seperti apa yang pernah dikatakan Fisikawan Dunia, Albert Einstein, bahwa seni tertinggi Guru adalah membangkitkan kegembiraan dalam ekspresi kreatif dan pengetahuan. Studi oleh Free University of Bozen-Bolzano (2018) di Italia menemukan bahwa pengembang komputer yang bahagia menulis kode yang jauh lebih baik daripada pekerja yang justru merasakan ketidakbahagiaan. Misalnya, menghubungkan suasana hati yang positif dengan hasil pemecahan masalah yang lebih baik.











