Jakarta, ArmadaBerita – Wahana Visi Indonesia (WVI) meresmikan dan menyerahkan tiga paket Jaringan Air Bersih (JAB) kepada pemerintah Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, Jumat (20/10/2023). Pembangunan JAB ini didukung penuh oleh Yayasan Poul Due Jensen (PDJF). Program ini senilai 2.1 miliar rupiah dan menyasar 188 Kepala Keluarga dengan tujuan memberikan akses air bersih yang lebih baik bagi masyarakat tiga desa: Kuanfatu, Basmuti, dan Kusi.
Selain pembangunan JAB, program ini juga membangun jamban, mengadakan serangkaian pelatihan terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), melatih dan mendampingi komite air, serta mendorong terwujudnya desa yang bebas buang air besar sembarangan (BABS).
Provinsi NTT merupakan salah satu daerah terkering dengan cadangan air tanah yang terbatas di Indonesia. Perempuan dan anak perempuan harus berjalan kaki selama 1 jam pergi-pulang ke sumber mata air.
Pada saat terbatasnya air, cuci tangan sering diabaikan, dan toilet yang memadai sulit ditemukan. Dampaknya adalah perilaku sanitasi masyarakat yang buruk. 51% penduduk Timor Tengah Selatan masih melakukan buang air besar sembarangan, dan hanya 16% menerapkan cuci tangan yang benar. Diare, penyakit infeksi kulit, dan kudis menjadi penyakit umum yang mengancam kesehatan masyarakat.
Sejak JAB tersebut difungsikan pada Maret lalu, warga desa telah menggunakan air bersih ini untuk berbagai keperluan sehari-hari seperti mandi dan memasak. Mereka juga memulai pertanian dan peternakan ikan lele untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan bahkan sebagai tambahan pemasukan.
Advensi Y.A. Kase, Kepala Desa Kuanfatu, menyampaikan terima kasih mewakili warga desa dan berharap bahwa upaya ini dapat membantu meningkatkan kesehatan anak-anak dan masyarakat setempat.
Tiga paket Jaringan Air Bersih ini diharapkan mampu meningkatkan perilaku sanitasi dan kebersihan masyarakat desa dan menekan angka diare, penyakit kulit, hingga stunting yang sangat tinggi di Timor Tengah Selatan. (Dewa)











