NEWS  

BRT Mebidang Ditarget Rampung 2027, Pemko Medan Janji Ganti Pohon yang Ditebang Tiga Kali Lipat

Proyek transportasi massal Medan-Binjai-Deli Serdang disebut bakal menekan biaya perjalanan warga dan memperkuat konektivitas kawasan metropolitan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Ferry Ichsan saat menerima kunjungan Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM), Senin (8/6/2026). Ist
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang saat ini berlangsung di sejumlah ruas jalan Kota Medan ditargetkan selesai pada November 2027. Pemerintah Kota (Pemko) Medan meyakini proyek transportasi massal tersebut akan menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat sekaligus menekan beban biaya transportasi harian warga.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Ferry Ichsan mengatakan, pembangunan koridor BRT yang kini mulai terlihat di beberapa titik merupakan bagian dari pengembangan sistem transportasi terintegrasi untuk kawasan metropolitan Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang).

“Pembangunan BRT Mebidang ditargetkan selesai pada November 2027. Infrastruktur yang dibangun tidak hanya jalur bus, tetapi juga akses bagi masyarakat menuju halte dan fasilitas pendukung lainnya,” kata Ferry saat menerima kunjungan Persatuan Wartawan Pemko Medan (PWPM), Senin (8/6/2026).

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul munculnya pertanyaan publik terkait aktivitas konstruksi dan penebangan pohon di sejumlah median jalan, termasuk di sepanjang Jalan Gatot Subroto yang menjadi salah satu lokasi pekerjaan proyek.

Menurut Ferry, median jalan yang selama ini ditanami pepohonan akan dimanfaatkan sebagai koridor BRT dan area akses penumpang. Karena itu, sebagian vegetasi harus direlokasi atau ditebang untuk mendukung pembangunan infrastruktur transportasi tersebut.

Meski demikian, ia memastikan aspek lingkungan tetap menjadi perhatian pemerintah. Pemko Medan, kata dia, telah menyiapkan program penanaman kembali sebagai kompensasi atas pohon yang terdampak proyek.

“Setiap pohon yang ditebang akan diganti dengan penanaman baru sebanyak tiga kali lipat. Jadi pembangunan tetap memperhatikan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ferry menilai manfaat BRT Mebidang tidak hanya dirasakan dari sisi transportasi, tetapi juga ekonomi rumah tangga. Dengan tersedianya moda angkutan massal yang terintegrasi, masyarakat diharapkan dapat mengurangi pengeluaran untuk mobilitas sehari-hari.

“Biaya perjalanan yang lebih efisien akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan lain atau meningkatkan tabungan keluarga. Dampaknya akan lebih terasa bagi kelompok berpenghasilan menengah ke bawah,” ungkapnya.

Selain mempercepat pergerakan masyarakat, proyek ini juga diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah di kawasan Mebidang yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi terbesar di Sumatera Utara.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting mengatakan kunjungan ke Bappeda merupakan bagian dari agenda safari organisasi ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) pasca pelantikan kepengurusan baru.

Menurut Edison, komunikasi yang intensif antara pemerintah daerah dan insan pers diperlukan agar informasi terkait pembangunan, termasuk proyek strategis seperti BRT Mebidang, dapat tersampaikan secara utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ferry pun menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan Bappeda terbuka terhadap berbagai masukan dan diskusi dengan kalangan media guna memastikan informasi pembangunan tersampaikan secara akurat sekaligus meminimalkan penyebaran informasi yang tidak tepat di ruang publik. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *