NEWS  

Tahanan Reskrim Polrestabes Medan Meninggal, Dumaria Simangunsong Menduga Suaminya Dianiaya

Dumaria Simangunsong, istri Budianto. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Salah seorang tahanan Sat Reskrim Polrestabes Medan bernama, Budianto (43) warga Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang, dikabarkan meninggal dunia, Kamis (26/12/2024) pagi tadi.

Dumaria Simangunsing sang istri curiga, Budianto meninggal diduga dianiaya. Terlihat dari kondisi jasad korban ketika diterima pihak keluarga terdapat bekas memar dan lembam pada tubuh almarhum.

Kabar meninggalnya salah sorang tahanan Sat Reskrim Polrestabes Medan ini banyak menuai pembicaraan, namun pihak Polrestabes Medan seakan belum mau memberikan kepastian.

Dumaria Simangunsong pun hanya mampu menahan haru. Ia seakan tak percaya suaminya tiba-tiba dikabarkan telah tiada. Menurutnya, suaminya ditangkap dalam kondisi sehat saja.

Dumaria mengaku, Budianto dibawa oleh oknum Polri, Selasa (24/12/2024) malam dari Gang Horas Desa Sei Semayang Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang. Budianto diamankan bersama dua orang rekannya, Dedi Pasaribu dan Girin. Kasus mereka ditenggarai karena suara musik saat minum-minum di sebuah warung di Gang Horas.

“Awalnya suami saya minum-minum di warung dengan temannya. Ada yang tidak suka karena musiknya terlalu keras dan sampai larut,” kata Dumaria Simangunsong istri Budianto kepada wartawan di depan kamar jenazah RS Bhayangkara TK II Mas Kadiran Medan, Kamis (26/12/2024) siang.

Dumaria jelas tak percaya, suaminya meninggal. Dia menduga suaminya dianiaya ketika ditangkap dan diamankan oknum polisi. Pasalnya, ia mendapati wajah suaminya dalam kondisi babak belur.

Budianto semasa hidup (kiri) dan kondisi setelah diketahui meninggal (kanan)

Ia menduga kalau di balik tewasnya suaminya terkait keributan di warung. Sebab, ada seorang polisi yang mendatangi warung tempat Budianto minum dengan temannya. Oknum polisi itu terlibat cekcok dengan Budianto dan rekannya. Sementara Oknum polisi itu merupakan teman dari seorang warga bermarga S yang merasa tak senang dengan aktivitas suara bising dari Buanto dan rekannya di warung itu.

“Malam itu lah oknum polisi membawa suami saya sama teman-temannya. Tidak ada surat apapun yang saya terima. Saya juga tidak tau dibawa kemana,” katanya.

Dumaria akhirnya mengetahui kondisi suaminya setelah mendapat kabar jika suaminya dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Medan. Meski mengaku tak diperbolehkan, namun ia melihat jelas ketika ada sosok jenazah melintas dihadapannya dan akan dibawa ke kamar jenazah. “Saya lihat ternyata jenazah itu suami saya,” terangnya sedih.

Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan ketika dikonfirmasi terkait hal ini belum menjawab. Begitupun dengan Kasat Reskrim Kompol Jama Kita Purba yang seakan memilih bunggkam serta enggan menjawab konfirmasi dan pertanyaan wartawan terkait kebenaran tewasnya Budianto hingga prihal penganiayaan oleh anggota Satreskrim Polrestabes Medan. (Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *