Pemprov Sumut Kucurkan Rp1,1 Triliun untuk Program Prioritas Bobby Nasution, Realisasi Baru 10,7%

Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut Faisal Arif Nasution (tengah) pada Konferensi Pers yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Sumut di Lobi Dekranasda Kantor Gubernur Sumut, Rabu (10/6/2026). Foto: Arvin
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) menggelontorkan anggaran Rp1,1 triliun pada 2026 untuk mempercepat pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), yaitu paket program prioritas yang menjadi andalan Gubernur Sumut Bobby Nasution dalam mendorong percepatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

“Hingga akhir triwulan I 2026, realisasi keuangan program tersebut tercatat mencapai Rp115 miliar atau sekitar 10,7% dari total anggaran. Sementara nilai kontrak yang telah berjalan mencapai Rp539 miliar dengan realisasi fisik sebesar 10,24%,” kata Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setdaprov Sumut, Faisal Arif Nasution dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (10/6/2026).

Khusus PHTC, lanjut Faisa, nilai kontraknya sudah Rp539 miliar. “Realisasi keuangan mencapai Rp115 miliar atau 10,7%, sedangkan realisasi fisik 10,24%,” ujarnya.

Anggaran jumbo tersebut disalurkan melalui sembilan organisasi perangkat daerah (OPD) utama dan sejumlah OPD pendamping yang menjalankan 141 kegiatan strategis. Dana tersebut difokuskan untuk mendukung enam program prioritas daerah, mulai dari sekolah gratis, layanan kesehatan gratis, stabilisasi harga pangan, digitalisasi layanan publik, pembangunan infrastruktur hingga program restorative justice.

Meski realisasi masih relatif rendah, Faisal menilai kondisi tersebut wajar karena sebagian besar kegiatan pada triwulan pertama masih berada pada tahap persiapan administrasi, pengadaan, dan penandatanganan kontrak pekerjaan.

Menurutnya, percepatan mulai terlihat sejak April hingga Juni 2026. Terutama pada proyek-proyek infrastruktur yang sebelumnya tertunda akibat proses penyesuaian nomenklatur perangkat daerah.

“Sebagian besar kegiatan yang belum berkontrak pada triwulan I saat ini sudah memasuki tahap kontrak. Untuk pekerjaan infrastruktur, targetnya seluruh kontrak selesai pada Juni,” terangnya.

Salah satu program yang belum memasuki tahap realisasi anggaran adalah Program Unggulan Sekolah Gratis (PUBG). Program tersebut baru akan berjalan pada tahun ajaran baru yang dimulai Juli 2026.

Pemprov Sumut menargetkan program sekolah gratis dapat menjangkau sekitar 103.590 siswa, termasuk di wilayah Kepulauan Nias dan sejumlah daerah terdampak bencana seperti Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, serta Langkat.

Di sisi lain, sejumlah program prioritas lainnya telah berjalan. Program Berobat Gratis melalui skema Universal Health Coverage (UHC) telah direalisasikan. Sementara program stabilisasi harga pangan saat ini memasuki tahap pengadaan Solar Dryer Dome yang akan digunakan sebagai fasilitas penyimpanan hasil panen cabai.

Fasilitas tersebut diharapkan mampu menekan gejolak harga saat produksi melimpah, sehingga petani tidak mengalami kerugian akibat anjloknya harga jual di pasar.

Pemprov Sumut menargetkan seluruh proyek strategis yang masuk dalam PHTC dapat dipercepat pada semester kedua tahun ini, sehingga seluruh pekerjaan fisik maupun program layanan publik dapat rampung sesuai target hingga akhir 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *