Medan, Armadaberita.com — Lengan itu tak lagi putih, kulitnya penuh bintik hitam, wajahnya legam tersengat matahari. Bukan karena pekerjaan kantor atau bisnis besar—melainkan karena setiap hari ia mengayuh sepeda tuanya, merk Kennex, berkeliling dari gang ke gang mencari satu-dua orang yang ingin dipijat.
Namanya Taibeng. Seorang tukang kusuk keliling yang pendapatannya hanya cukup untuk makan hari itu saja. Ia berdiri di antara ratusan warga Tionghoa lainnya, mengantre paket sembako Imlek dari Lions Club Indonesia Distrik 307-A2.
Wajah-wajah itu jauh dari stereotip yang selama ini melekat pada etnis Tionghoa—putih, kaya, pengusaha sukses. Di sini tampak jelas: kemiskinan tak pernah memilih warna kulit.
Hal itu ditegaskan langsung oleh Anggota DPR RI, Sofyan Tan, dalam sambutannya pada kegiatan Baksos Imlek 2026 di Medan, Minggu (8/2). “Kemiskinan tidak kenal suku dan warna kulit,” ujarnya.
Menurutnya, banyak warga Tionghoa yang hidup miskin turun-temurun, dan satu-satunya jalan keluar adalah pendidikan.
“Seseorang hanya bisa lepas dari jerat kemiskinan jika anak-anaknya sekolah setinggi-tingginya,” tegasnya.
1.600 Paket Imlek Dibagikan di 6 Lokasi
Di hari kedua pelaksanaan baksos, paket sembako dibagikan di tiga titik:
- Sekolah Bodhicitta, Jalan Selamat
- Yayasan Timur Lestari, Komplek Graha Metropolitan Helvetia
- Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli
Secara total, 1.600 paket sembako berisi beras, minyak makan, mie telur, gula, dan kebutuhan pokok lainnya dibagikan kepada warga.
Sofyan Tan mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru Imlek 2026 dengan semangat baru, meninggalkan tahun sebelumnya yang penuh kesulitan, serta bersiap memasuki Shio Kuda Api yang melambangkan energi kuat dan pergerakan cepat.
Ia juga menegaskan pentingnya menjauhi judi. “Judi itu spekulasi yang bikin makin miskin. Kalau mau menang, harus sekolah—bukan berjudi. Bandar tetap yang menang,” tegas Presiden Pertama Lions Club Medan Kasuari itu.
Solidaritas Tanpa Batas: Lions Club Tetap Ajeg Melayani
Ratusan warga memadati titik-titik penyaluran bantuan. Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain: CP Finche Kosmanto, Hakim Muliadi, Meiriyanti, Sintia, Irwan Susanto, Bobby Lim, Ridwan, Ivanna, Linda, serta para pengurus Lions Club lainnya.
Ketua Daerah 1C, Meiriyanti, mengatakan bahwa misi Lions Club tetap sama: melayani tanpa memandang latar belakang. “1600 paket terkumpul tahun ini. Dalam dua hari, enam titik sudah kami salurkan. Ini rutin setiap Imlek dan hari besar lainnya,” jelasnya.
Bagi Taibeng dan banyak warga lain, bingkisan ini bukan sekadar paket sembako—melainkan simbol bahwa mereka tidak dilupakan.











