EKBIS  

Inflasi Sumut Rendah, Dibutuhkan Program Inovatif Seperti Pekan Horas Tani

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (BI Sumut), Soekowardojo menyatakan, data perkembangan inflasi terkini Sumatera Utara secara tahunan mencatatkan -0,06% mtm, 0,77% ytd, dan 1,86% yoy. Namun tingkat inflasi di Sumut pada 2021 tetap terjaga pada sasaran inflasi nasional dengan potensi bias bawah sampai akhir 2021.

“Secara umum, realisasi ini relatif rendah dan berada di bawah sasaran inflasi nasional (3±1%),” kata Soekowardojo dalam kegiatan pembukaan Rakorporv TPID se-Sumatera Utara secara hybrid, dan pelaksanaan secara luring di Ballroom Hotel Adimulia, Medan, Selasa (30/11/2021) pagi.

Diungkapkannya bahwa, rendahnya inflasi menjadi pedang bermata dua dimana hal tersebut menunjukkan perkembangan ekonomi yang belum cukup kuat sehingga pemulihan ekonomi harus terus diupayakan.

Menurutnya hal itu dikarenakan belum kuatnya permintaan di berbagai wilayah menyebabkan realisasi inflasi terkini masih relatif rendah. Termasuk di Sumatera Utara dan mayoritas daerah secara nasional terjaga di batas bawah target inflasi nasional.

Maka dari itu, Soeko berharap, segenap Pemerintah perlu melakukan program-program yang dapat mendorong daya beli masyarakat khususnya melalui optimalisasi dan percepatan realisasi belanja di sisa waktu satu bulan terakhir pada 2021. Sehingga HBKN Natal dan Tahun Baru 2022 diharapkan dapat menjadi momentum untuk mendorong daya beli masyarakat dan pencapaian inflasi pada sasaran nasional.

“Ke depan dibutuhkan program inovatif lainnya yang dapat mendukung dan berkontribusi secara nyata mendukung capaian inflasi pada sasaran nasional,” ungkapnya.

Seperti yang diketahui bahwa TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Sumut meraih penghargaan sebagai TPID terbaik wilayah Sumatera Tahun 2020 dengan program unggulan Pekan Horas Tani. “Prestasi ini menjadi salah satu bukti atas keberhasilan program TPID yang telah dilaksanakan,” harapnya.

Selain itu, imbuh Kepala BI Sumut memperkuat produksi pangan antar waktu dan antar daerah menjadi salah satu solusi alternatif untuk mendukung pengendalian inflasi yang disebabkan oleh fluktuasi komponen volatile food. Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain penguatan ekosistem usaha Pertanian dan optimalisasi penggunaan sistem informasi.

Sedangkan untuk mendukung mempertahankan prestasi TPID Awards serta menumbuhkan calon-calon juara baru khususnya dari TPID Kab/Kota se-Sumatera Utara, BI Sumut telah melaksanakan rangkaian Road To TPID Awards sejak awal Oktober 2021 yang diawali dengan pelaksanaan capacity building. Dilanjutkan dengan coaching clinic dan penyusunan laporan.

“Segala capaian baik yang telah diraih hingga saat ini dapat senantiasa dipertahankan dan terus ditingkatkan. Mari bersama perkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga stabilitas inflasi Sumatera Utara, demi masyarakat Sumut yang lebih bermartabat dan sejahtera,” pungkasnya.

Dalam Rakorporv TPID se-Sumatera Utara itu turut dihadiri H. Afifi Lubis, PJ Sekda Provinsi Sumatera Utara selaku Ketua Pelaksana Harian TPID Provinsi Sumatera Utara, Bupati dan Walikota, Kabupaten dan Kota se-Sumatera Utara atau yang mewakili, Dekan Sekolah Bisnis IPB University selaku narasumber, Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumut selaku narasumber, serta Kepala Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *