Medan, ArmadaBerita.Com – Stan SMA Negeri 12 Medan menjadi salah satu daya tarik di Paviliun Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara pada ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50. Sekolah tersebut menampilkan beragam hasil karya kokurikuler siswa yang tidak hanya mengedepankan kreativitas, tetapi juga diarahkan menjadi bekal berwirausaha setelah lulus.
Produk yang dipamerkan meliputi pupuk kompos organik, rompi berbahan kain ulos, hingga budidaya sayuran hidroponik yang selama ini dikembangkan di lingkungan sekolah.
Guru SMAN 12 Medan, Nurmawati, mengatakan kegiatan kokurikuler dirancang agar siswa memiliki keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha di masa depan.
“Harapannya, setelah lulus mereka tidak hanya memiliki ijazah, tetapi juga keterampilan yang bisa menjadi bekal untuk menciptakan usaha sendiri,” ungkap Nurmawati saat ditemui di stan sekolah pada PRSU, Senin (6/7/2026).
Menurut dia, budidaya hidroponik dilakukan di area sekolah, tepatnya di dekat pos keamanan. Selain menjadi media pembelajaran, hasil panen juga dipasarkan secara terbatas.
Nurmawati mengakui tantangan terbesar bukan pada proses budidayanya, melainkan pemasaran hasil panen. Harga sayuran hidroponik relatif lebih tinggi dibandingkan sayuran konvensional yang dijual di pasar karena kualitas dan proses produksinya.
“Sebenarnya menanam hidroponik tidak sulit. Tantangan utamanya ada pada pemasaran karena harga jualnya lebih tinggi dibandingkan sayuran di pasar,” katanya.
Ia menjelaskan, sejauh ini sebagian besar hasil panen dibeli oleh guru dan warga sekolah yang menilai produk tersebut lebih segar dan terjamin kualitasnya.
Partisipasi SMAN 12 Medan di PRSU menjadi gambaran bahwa pembelajaran di tingkat SMA tidak lagi hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mulai mengembangkan keterampilan kewirausahaan, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan mengolah potensi lokal menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.











