EKBIS  

Bi Dorong Pemulihan Ekonomi Melalui Peningkatan Investasi

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Dalam mendorong pemulihan ekonomi Sumatera Utara, investasi menjadi salah satu faktor penting karena memiliki kontribusi signifikan dalam struktur perekonomian sebesar 30%.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatra Utara, Soekowardojo menyatakan, untuk lebih meningkatkan kinerja investasi di Sumatera Utara dalam rangka pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan BI bersama Kementerian/Lembaga terkait dari Pemerintah Pusat dan seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara mendukung terselenggaranya kegiatan Capacity Building North Sumatra Invest Business Profile Challenge (NSI-BPC) 2021.

NSI-BPC 2021 merupakan kelanjutan dari kegiatan Kick-Off NSI-BPC tanggal 4 Mei 2021 yang telah sukses diselenggarakan.

“Kegiatan ini untuk lebih meningkatkan kinerja investasi di Sumatera Utara dalam rangka pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” kata Soekowardojo saat membacakan kata sambutannya di acara Kegiatan Kick-Off dan Capacity Building NSI-BPC 2021 di Hotel Adimulia Medan, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Rabu (20/5/2021).

Acara turut dihadiri Sekda Provsu, Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur, Kementerian Keuangan RI, Direktur Fasilitasi Promosi Daerah Kementerian Investasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal, Direktur Pengembangan Pendanaan Pembangunan, Bappenas, Direktur Pendapatan Daerah, Kementerian Dalam Negeri RI, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Sumatera Utara, Direktur Departemen Internasional Bank Indonesia, dan tamu undangan lainnya.

Kepala BI Sumut menjelaskan, pada awal tahun 2021, jumlah proyek investasi baik PMA dan PMDN kembali meningkat seiring dengan optimisme investor terhadap penanganan pandemi dan program vaksinasi.

“Berdasarkan sektoral, investasi untuk PMA lebih banyak masuk di sektor listrik, gas, dan air dengan investor utama yakni Singapura dan Korea Selatan. Sementara itu, untuk PMDN lebih banyak di sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran,” jelasnya.

Disisi lain, kata Kepala BI Sumut, pertumbuhan kredit investasi dari perbankan pada triwulan I-2021 masih melambat hingga -5% (yoy). Namun demikian, berdasarkan hasil survei BI terhadap beberapa korporasi, diketahui terdapat optimisme di kalangan pelaku usaha terhadap prospek pertumbuhan ekonomi, penanganan pandemi, program vaksinasi dan implementasi peraturan pelaksanaan dari UU Cipta Kerja menjadi pendorong pelaku usaha berencana untuk melakukan tambahan investasi di tahun 2021.

“Kinerja investasi baik PMA maupun PMDN di Sumatera Utara yang bergerak membaik, masih mempunyai potensi untuk ditingkatkan khususnya investasi di sebagian besar Kabupaten/Kota di Sumatera Utara. Berdasarkan data yg ada diketahui dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara hanya terdapat 9 Kabupaten/Kota yang realisasi PMTB-nya di atas rata-rata Sumatera Utara yang sebesar 30,8%,” ucapnya.

Soekowardojo menyatakan, Sumatera Utara memiliki potensi ekonomi yang begitu besar, seperti letak geografis yang strategis untuk perdagangan internasional, wilayah yang luas, kekayaan sumber daya alam, keindahan alam, hingga jumlah penduduk dengan usia produktif yang besar. Namun demikian, realisasi investasi antar Kabupaten/Kota di Sumatera Utara yang belum merata kemungkinan besar disebabkan oleh belum optimalnya pemetaan dan penggalian potensi investasi daerah, selain faktor marketing dan promosi investasi yang masih perlu ditingkatkan.

Dengan latar belakang tersebut, Bank Indonesia bersinergi dengan DPMPPTSP dan BAPPEDA Provinsi Sumatera Utara membentuk North Sumatra Invest (NSI) yang bertujuan untuk mengoptimalkan potensi investasi di Sumatera Utara melalui kegiatan promosi investasi dan perdagangan sehingga mendorong kegiatan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

Sebagai informasi, NSI telah bentuk dan disahkan berdasarkan Keputusan Gubernur Sumatera Utara pada tahun 2020.

Terdapat 8 proyek investasi yang dipromosikan melalui NSI meliputi: Sport Center, Rusunawa Terintegrasi dengan KEK Sei Mangkei, LRT Mebidang, KA Siantar – Parapat, Toba Caldera Resort, Kawasan Industri Kuala Tanjung, KEK Sei Mangkei dan Kawasan Industri Medan.

“Bersar harapan kami bersama Pemerintah Provinsi Sumut dengan kegiatan NSI-BC 2021 dapat dihasilkan proyek-proyek investasi baru di Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara yang memenuhi kriteria untuk dapat menambah khazanah proyek investasi di NSI, sehingga semakin besar peluang bagi masuknya investasi ke Sumut,” harapnya. (ASN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *