Bangun Keberanian Berbahasa, Prodi Jerman Unimed Hadirkan Dosen Tamu Internasional

Share

Armadaberita.com | MEDAN – Program Studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar kegiatan visiting lecturer dengan tema “Erfolg beim Sprechen” atau “Sukses Berbicara dalam Bahasa Jerman” pada Rabu, 4 Juni 2025. Kegiatan ini menghadirkan narasumber istimewa, Herr Dr. Balazs Huszka, Assistant Professor dari Universiti Brunei Darussalam, dan berlangsung di ruang 70.3.02.

Acara dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FBS Unimed, Dr. Surya Masniari Hutagalung, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau mendorong mahasiswa untuk aktif berbicara dalam bahasa Jerman tanpa takut salah. Ia mengutip pepatah Irren ist menschlich — salah itu manusiawi. Menurutnya, yang patut disayangkan bukanlah kesalahan dalam berbicara, tetapi sikap enggan untuk mencoba dan memperbaiki diri.

Kuliah tamu ini diikuti oleh seluruh mahasiswa semester 2, dosen pengampu mata kuliah Sprechen A2, serta fungsionaris Jurusan Bahasa Asing. Suasana kelas berlangsung interaktif dan menyenangkan.

Dr. Huszka menggunakan bahasa Jerman dan sesekali berbahasa Indonesia untuk menjembatani pemahaman serta mendorong keberanian mahasiswa dalam bertanya, menjawab, hingga menceritakan kembali isi materi.

Tidak hanya membahas teknik berbicara dalam bahasa Jerman, Dr. Huszka juga berbagi kisah perjalanan akademiknya dalam mempelajari dan mengajar bahasa Jerman di berbagai negara seperti Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Jerman, Hongaria, dan India. Pengalaman tersebut menginspirasi mahasiswa untuk menemukan metode belajar bahasa yang paling cocok bagi diri mereka masing-masing.

Di akhir sesi, diskusi terbuka digelar mengenai strategi dan tantangan dalam belajar bahasa Jerman yang dialami mahasiswa maupun dosen. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah refleksi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan berbicara mereka.

Kegiatan ditutup dengan pesan dari Wakil Dekan agar sesi seperti ini bisa diadakan lebih sering sebagai bagian dari pengayaan perkuliahan dan pembentukan kompetensi bahasa asing yang unggul di kalangan mahasiswa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *