Demo Tuntut Copot Kapolrestabes Medan Dipukul Mundur, Pendemo: Ini Katanya Polisi Pengayom?

Pimpinan pendemo (memegang pengeras suara) dan rekannya dipaksa mundur sebelum menyampaikan aspirasinya di depan pintu masuk Mapolrestabes Medan, Jalan HM Said, Senin (12/10/2026). Foto: Arvin
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Sekitar belasan pemuda meggeler aksi unjuk rasa atau berdemo di depan pintu masuk Polrestabes Medan, Jalan HM Said, Kecamatan Medan Timur, Senin (12/10/2026).

Dari amatan wartawan di lokasi, terlihat sepasukan polisi muda sudah disiagakan. Bahkan berapa perwira seperti Kabagops Polrestabes Medan, Wakasat Reskrim, Wakasat Intel, dan beberapa perwira baik Polwan telah bersiaga sekitar 1 jam sebelum kedatangan para Pendemo.

Begitu tiba, pimpinan Pendomo yang bertubuh gempal langsung didatangi perwira polisi. Dialog yang awalnya tenang berubah gemuruh. Belum lagi menuangkan aspirasinya, para Pendomo udah dipasarkan mundur. “Dorong! Ayo Dorong. Dorong terus,” teriak perwira bertopi bertuliskan KABAGOPS.

Aksi itu membuat pendemo tak terima. Gesekan pun terjadi. Segelintir Pendemo yang dibandingkan puluhan personel polisi meukul mundur.

“Apa ini? Kenapa kita dihalangi menyampaikan aspirasi? Kita kondusif dan tenang kok. Kenapa dilarang? Kalau menghalingi jalan, kalian suruh di ujung sana juga menghalingi jalan. Justru kalian (jumlah orang bapak-bapak polisi) yang menghalingi jalan, kita hanya berapa orang saja ini,” ketus pimpinan aksi demo yang memegang pengeras suara.

“Oke. Inilah yang dinamaan polisi pro kemasyaraat? Ini kah yang dinamaakn polisi sebagai Pengayom? Buatkan saja, ini akan kita viralkan. Kita pastikan ini akan sampai kepada Kapoldasu dan Kapolri. Polisi bersama masyarakat bisa kalian nilai sendiri. Yaudah kita gerak,” ucapnya seraya mengajak teman-teman pendemo lainnya meninggalkan lokasi.

Selain sempat membentangkan spanduk mereka juga mendukemntaskan kejadian itu. Begitu juga oleh pihak polisi. “Kita juga viral kan,” ucap salah seorang perwira polisi di lokasi.

Sebelumnya aspirasi pendemo yang belum sempat disampaikan secara terbuka itu terkait kasus perusakan (pelemparan batu) mobil milik mantan calon Wali Kota Sibolga, Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung alias Fadel yang terjadi pada Jumat, 11 September 2026, sekitar pukul 03.25 WIB.

Kemudian laporan mengenai pembakaran mobil milik Fadel pada Oktober 2023 di Medan Helvetia. Saat itu Fadel maju maju dalam Pilkada Sibolga. Tuntutan pendemo tadi berdasarkan isi selebaran dari pendemo.

Terkait hal itu, Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Calvijn Simanjuntak memilih bungkam saat dikonfirmasi. Begitupun ketika ditanya mengenai pendemo yang meminta dirinya dicopot.

Sementara, Muhammad Fadhil Thoib Hutagalung alias Fadel ketika dikonfirmasi membenarkan soal demo meminta Polrestabes Medan dalam kasus yang belum diketaui siapa datang dan pelakunya.

Dia menyebut bahwa sejauh ini kasus diduga teror hingga berujung perusakan mobil miliknya itu masih di tahap pemeriksaan saksi.

“Laporan sampai saat ini masih berjalan di tahap pemeriksaan saksi. Laporan suda 1 bulan untuk yang terbaru. Kalau laporan yang tahun 2023 sampai sekarang gak ada kabar,” keluh Fadel saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Senin (12/10/2026) petang.

Maka dari itu, ia berharap kiranya Polrestabes Medan dapat dengan segera menindaklanjuti kasusnya dengan tuntas, sehingga kejadian tidak terulang kembali.

“Tolong pak polisi, saya masih percaya sama bapak, mohon ini sudah kejadian yang kedua kalinya jangan sampai ada korban di keluarga saya mau pun orang lain, saya yakin Polri bisa bekerja,” harap Fadel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *