Mahasiswa UPER Juara 1 Young Scientist Competition 2026, Kembangkan Material Penyimpanan Hidrogen

Gabriella Kuswandi saat menerima penghargaan Juara 1 Young Scientist Competition 2026 di Assembly Hall, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta. (Ist)
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com – Persoalan penyimpanan masih menjadi salah satu tantangan dalam pemanfaatan hidrogen sebagai energi masa depan. Menjawab persoalan itu, Gabriella Kuswandi, mahasiswa Teknik Kimia Universitas Pertamina (UPER), mengembangkan material penyimpanan hidrogen berbasis Zeolitic Imidazolate Framework-8 (ZIF-8).

Riset tersebut mengantarkan Gabriella meraih Juara 1 Young Scientist Competition 2026, melalui penelitian berjudul “From MOF-5 to ZIF-8: Towards a Practical Hydrogen Storage System for Fuel Cell Electric Vehicles”.

Gabriella menjelaskan, salah satu tantangan pemanfaatan hidrogen, termasuk untuk kendaraan, adalah bagaimana menyimpannya secara aman dan tetap stabil ketika digunakan berulang kali.

Selama ini, Metal-Organic Framework-5 (MOF-5) menjadi salah satu material yang banyak dikaji karena memiliki kapasitas penyimpanan tinggi. Namun, material tersebut cukup sensitif terhadap kelembapan dan strukturnya dapat berubah setelah mengalami proses penyimpanan dan pelepasan hidrogen berulang.

Kondisi itu mendorong Gabriella mengembangkan ZIF-8 yang memiliki ketahanan lebih baik terhadap kelembapan.

“Selama ini, salah satu tantangan pemanfaatan hidrogen pada kendaraan adalah bagaimana menyimpannya secara aman dan tetap stabil saat digunakan berulang kali,” ungkap Gabriella, baru-baru ini.

Hasil risetnya menunjukkan, ZIF-8 mampu mempertahankan kestabilannya hingga 47 siklus penyimpanan dan pelepasan hidrogen. Material tersebut memiliki struktur berpori yang memungkinkan hidrogen disimpan dan dilepaskan kembali ketika dibutuhkan.

Menurut Gabriella, stabilitas material menjadi aspek penting untuk mendukung sistem penyimpanan hidrogen yang dapat digunakan secara berulang. Pengembangan ZIF-8 pun diharapkan dapat mendukung pemanfaatan hidrogen pada kendaraan berbasis fuel cell di masa mendatang.

Prestasi Gabriella diraih dalam rangkaian Global Hydrogen Ecosystem Summit and Exhibition (GHES) 2026, yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama International Fuel Cell and Hydrogen Energy Association (IFHE) pada 21–23 Juli 2026 di Assembly Hall, Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Forum tersebut mempertemukan peneliti, akademisi, industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan untuk membahas perkembangan teknologi serta penguatan ekosistem hidrogen.

Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Ichsan Setya Putra, mengatakan riset ZIF-8 menunjukkan peran inovasi material dalam menjawab tantangan teknologi energi, khususnya penyimpanan hidrogen.

“Melalui Program Studi Teknik Kimia, khususnya peminatan Material Maju untuk Energi dan Pengembangan Proses, mahasiswa dibekali pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan material yang dapat menjawab berbagai tantangan di sektor energi,” ujar Ichsan.

Ia berharap pengalaman riset tersebut tidak berhenti pada prestasi akademik, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *