Buku ini ditutup dengan artikel lepas Rémy Herrera, peneliti Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis (CNRS) di Laboratorium Pusat Ekonomi Sorbonne, Paris, berjudul “Dari Embargo ke Blokade oleh Amerika Serikat, Mengapa Kuba Dapat Bertahan”. Herrera menulis bahwa rakyat dan pemerintah Kuba kini menghadapi “salah satu periode paling serius dan berbahaya” sejak awal Revolusi 1959. Ia mencatat bahwa pada 29 Januari 2026 Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang secara sepihak memberlakukan blokade energi terhadap Kuba. Bagi pembaca Indonesia, kisah Kuba menjadi cermin tentang pentingnya kemandirian dan ketahanan sosial di tengah tekanan global.
Dari latar global itu, buku ini membawa pembaca ke persoalan di dalam negeri. Sebagai salah satu bunga rampai akademik awal yang mengkaji MBG secara lintas disiplin, buku ini menghimpun kajian hukum (Diani Sadiawati dan Edward Benedictus Roring), persepsi siswa dan guru (Purwanto Widodo), digitalisasi pelaksanaan melalui siklus PDCA (Dr. Alfatih S. Manggabarani), serta ekonomi sirkular sebagai bentuk bela negara (Prof. Dianwicaksih Arieftiara). Benang merahnya, ketahanan bangsa tidak hanya dibangun dengan kekuatan militer, tetapi juga dengan gizi, pangan, dan kualitas manusianya.
Sorotan ekonomi datang dari Dr. Fachru Nofrian, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPN Veteran Jakarta, ekonom, sekaligus Sekjen Lembaga Penelitian Pekerja Indonesia (LPPI). Dalam bab “Inflasi dengan dan tanpa Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia Periode 2023-2025”, Fachru membaca MBG sebagai program ekonomi berskala besar yang menambah permintaan agregat dan pendapatan masyarakat. Temuan awalnya menunjukkan harga bahan pangan cenderung lebih stabil seiring berjalannya program. Ia juga berargumen bahwa pendekatan universal lebih tepat, karena program yang disasar berdasarkan data kerap meleset dari sasarannya.
“Ketika tekanan global makin keras, negara perlu memperkuat ekonomi dari dalam. MBG menggerakkan permintaan, dari petani dan pemasok hingga pekerja dapur di daerah,” ujar Fachru. Sebagai Sekjen LPPI, ia menilai dampak MBG terhadap lapangan kerja dan daya beli pekerja perlu terus diteliti secara serius. Ia juga menegaskan bahwa temuan inflasinya masih perlu diuji lebih lanjut dengan analisis ekonometrik.
Buku setebal vi + 110 halaman berukuran 15 x 23 cm ini disunting oleh Sri Murni dan bernomor ISBN 978-634-7616-94-4. Buku diterbitkan Damera Press (anggota IKAPI), Jl. Pagujaten Raya No. 9, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, bekerja sama dengan LPPM UPNVJ Press dan Pusat Kajian Pembangunan Strategis dan Berkelanjutan (SSUD) UPN Veteran Jakarta. Informasi pemesanan dapat diperoleh melalui damerapress@gmail.com atau www.damerapress.co.id.*











