Anak Jalanan Paling Beresiko Terpapar Covid-19

Share

Oleh: Ririn Chintya Surbakti

World Health Organization (WHO) telah menetapkan Covid-19 sebagai pandemi global pada Maret 2020 lalu. Hal ini dikarenakan penyebaran virus ini yang begitu cepat dan luas. Bahkan di Indonesia jumlah terpapar Covid-19 kian meningkat, hingga bulan Desember 2020 tercatat sekiranya ada 643.508 kasus terpapar Covid-19 yang telah terkonfirmasi.

Anak jalanan merupakan salah satu yang paling beresiko terpapar Covid-19. Apabila kita merujuk pada definisi anak jalanan yaitu anak jalanan merupakan anak yang sebagian besar waktunya dihabiskan untuk mencari nafkah atau berkeliaran di jalanan maupun tempat-tempat umum lainnya dan menghabiskan waktu mereka di jalanan lebih dari 4 jam dalam sehari.

Mengingat lingkungan mereka yang harus senantiasa bersinggungan dengan fasilitas umum dan kerumunan tersebut, terlebih dengan kurangnya pengetahuan mereka tentang pandemi Covid-19, akan menjadi sangat riskan bagi mereka terpapar virus ini.

Berdasarkan hasil assessment wawancara dengan Bapak Syafri Tanjung selaku pendiri LSM KOPA Medan (Komunitas Peduli Anak Medan), Jalan Syah Bandar No.23, A U R, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, anak jalanan yang sering singgah di KOPA Medan kurang teredukasi tentang bahaya Covid-19 sehingga mereka berjualan di jalanan tanpa memperhatikan protokol kesehatan yang ada.

Kemudian menurut pemaparan Bapak Syafri Tanjung anak jalanan di KOPA juga memiliki banyak masalah keluarga dan sering merasa jenuh selama pembelajaran daring yang pada akhirnya membuat mereka tidak termotivasi untuk belajar walaupun sudah tersedia WIFI Gratis di LSM KOPA Medan.

Atas dasar inilah, Ririn Chintya Surbakti Mahasiswi Praktikum 1 Prodi Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara yang disupervisori oleh Dosen Drs. Matias Siagian M.Si, Ph.D melakukan inisiatif berupa program edukasi kreatif tentang pandemic Covid-19 kepada anak jalanan yang berlokasi di LSM Kopa Medan Kecamatan Medan maimun dengan mengangkat tema “Menjaga kesehatan mental anak jalanan di masa pandemi dengan melakukan edukasi pandemi Covid-19”.

Di dalam Program tersebut, Ririn melakukan observasi terkait pengetahuan anak jalanan di KOPA Medan tentang Pandemi Covid-19 itu sendiri. Setelah melakukan observasi dan assessment kemudian dilakukan edukasi pandemi Covid-19 agar anak jalanan di LSM Kopa Medan dapat melakukan langkah preventif berupa memakai masker, sanitizer dan menjaga kebersihan diri.

“Edukasi dilakukan dengan mendongeng atau Story Telling dan mengajak anak-anak jalanan di LSM Kopa Medan untuk memvisualisasikan Covid-19 dengan bentuk animasi sekreatif mungkin melalui media melukis,” kata Ririn, Jum’at (08/01/2021).

Ririn juga melakukan inovasi edukasi pandemi dengan memadukan metode story telling untuk mengedukasi anak jalanan tentang bahaya Covid-19. Sekaligus juga melakukan upaya preventif dalam menjaga kesehatan mental anak jalanan di masa pandemi dengan metode fun learning, yaitu lebih menekankan pada mata pelajaran yang diminati anak dan membawa suasana belajar yang asik.

Dari hasil assessment dengan seorang anak jalanan bernama Della, jelas Ririn, Della memaparkan bahwa anak jalanan yang sering singgah di LSM KOPA Medan bermukim di bantaran sungai yang rentan terkena banjir pada musim hujan. “Hal tersebut mengganggu mental dan minat belajar mereka. Sehingga mereka kerap kali merasa lebih menyenangkan berjualan ketimbang belajar karena mendapatkan uang di jalanan,” ungkapnya.

Dalam hal ini Ririn menjalankan Programnya berlandaskan teori dukungan sosial oleh Gottlieb and Cobb yang diterapkan pada anak jalanan yaitu dengan berupaya memberikan Emotional Support, Social Integration, Instrumental Support, Esteem Support, Informational Support dan Opportunity for Nurturance.

Artinya dengan berupaya memberikan dukungan-dukungan sosial dan emosional yang jarang didapatkan oleh anak jalanan agar mereka tidak merasa jenuh selama pandemi dan dapat tetap memiliki motivasi untuk mengikuti kegiatan belajar di sekolah mereka yang dilakukan secara online.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif seperti meningkatkan pengetahuan anak jalanan tentang Covid-19 dan pentingnya protokol kesehatan, pentingnya menjaga kebersihan diri, menanamkan nilai-nilai moral seperti kejujuran dalam bertingkah laku dan memotivasi anak jalanan untuk tetap semangat bersekolah walaupun tetap berjualan di jalanan.

Dalam wawancara langsung Ririn juga memaparkan bahwa sebelum dilakukan edukasi pandemi Covid-19 anak-anak jalanan yang sering singgah di LSM KOPA Medan ini ternyata tidak mendapatkan informasi yang mumpuni tentang pencegahan diri dari Covid-19 sehingga anak-anak tersebut terkesan acuh dan tidak mau menjalankan protokol kesehatan.

Namun seiring berjalanannya waktu dan edukasi dilakukan secara berkala, anak-anak jalanan mulai memahami pentingnya memakai masker saat berjualan di jalanan dan rajin mencuci tangan maupun menjaga kebersihan diri.

Selain kegiatan edukasi pandemic Covid-19 dan mengajar mata pelajaran sekolah anak jalanan di KOPA Medan, Ririn juga terlibat dalam beberapa kegiatan lainnya di KOPA Medan yaitu Partisipasi dalam peresmian WIFI Gratis oleh DAAItv dan Nusanet, Kontribusi dalam Pengabdian Masyarakat oleh Dosen Dra. Linda Elida M.Si.

Seluruh kegiatan itu bekerja sama dengan beberapa dokter Alumni Fakultas Kedokteran USU sebagai narasumber yang bertema edukasi PHBS untuk Masyarakat Kampung Aur Kecamatan Medan Maimun, serta Bekontribusi dalam penyaluran penggalangan dana Korban Banjir Kampung Aur yang diinisiasi oleh Praktikan Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU dan dibantu Komunitas Pemuda Pengamat Sumut. Penyaluran donasi berupa ATK, Perlengkapan ibadah, baju layak pakai, dan lainnya.

Sebagai tahap terminasi diakhir kegiatan PKL yang telah berlangsung kurang lebih selama 3 bulan sejak awal September hingga akhir desember 2020, pada tanggal 28 Desember 2020 mahasiswa melakukan perpisahan dengan mengajak anak-anak di LSM KOPA Medan Study Tour ke Kebun Binatang “Simalingkar Zoo”.

Di Kebun Binatang anak-anak diminta menggambarkan hewan-hewan yang baru saja mereka lihat di kebun binatang, anak dengan gambar terbaik mendapat reward.

Bapak Syafri Tanjung selaku Pendiri LSM KOPA Medan mengucapkan terimakasih atas keterlibatan Mahasiswi Praktikan Ririn Chintya Surbakti selama kurang lebih 3 bulan di LSM KOPA Medan mengayomi anak-anak jalanan dengan sangat baik menurut beliau pada dasarnya anak jalanan merupakan anak-anak yang masih butuh perhatian namun karena tuntutan ekonomi, masalah keluarga dan berbagai hal lainnya.

“Mereka harus terbiasa dengan lingkungan di jalanan berjualan Koran, Tisu dan sebagainya,” katanya.

Oleh sebab itu Bapak Syafri Tanjung merasa sangat terbantu dengan keterlibatan Mahasiswa membimbing anak-anak jalanan mengedukasi, menginspirasi dan menanamkan nilai yang baik. Beliau berharap walaupun masa praktikum telah usai semoga hubungan baik anak-anak dengan mahasiswa praktikan dapat tetap terjalin. (*)

 

Penulis merupakan mahasiswi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU. Tulisan ini dibuat dari hasil kegiatan praktikum perkuliahan dengan cara memberi edukasi Pandemi Covid-19 kepada anak jalanan di LSM KOPA Medan terhitung dari bulan September 2020 hingga Desember 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *