Medan, ArmadaBerita.Com
Pemko Medan memberikan sejumlah bantuan kepada seorang pria bernama Ilyas yang menjadi korban begal yang terjadi di Kecamatan Medan Belawan beberapa waktu yang lalu.
Atas kejadian tersebut, ayah empat orang anak yang berprofesi sebagai Penarik becak bermotor (Parbetor) ini harus merelakan sejumlah uang yang akan digunakan untuk mendaftarkan anaknya sekolah raib di rampok komplotan begal.
Begitu mendengar kejadian tersebut, Wali Kota Medan Bobby Nasution langsung menginstruksikan Camat Medan Belawan Subhan Fajri Harahap untuk mengunjungi rumah korban yang beralamat dijalan Asahan, Kelurahan Belawan I, Kecamatan Medan Belawan.
Sebagai wujud rasa kepedulian atas musibah yang dialami Ilyas, Subhan dalam kunjungan tersebut memberikan bantuan berupa tali asih kepada Ilyas dan keluarganya dari Wali Kota Medan Bobby Nasution.
“Bantuan dari Pak Wali Kota ini diharapkan dapat sedikit membantu Ilyas beserta keluarga, terutama untuk biaya daftar ulang sekolah anaknya,” kata Subhan Fajri Harahap baru-baru ini.
Selang beberapa hari, giliran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan yang juga turut memberikan bantu kepada keluarga Ilyas.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Laksamana Putra Siregar menjelaskan bantuan tali asih yang diberikan kepada Keluarga korban begal siswa SMP Swasta Al-Washliyah tersebut disalurkan melalui Pengurus Dharma Wanita Persatuan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan.
“Bantuan ini sebagai bentuk perlawanan terhadap prilaku begal sebagaimana arahan dari Wali Kota Medan Bobby Nasution,” kata Laksamana Putra Siregar kemarin.
Dijelaskannya bahwa bantuan yang diserahkan ini sebagai bentuk komitmen untuk terus melawan kejahatan begal dan kepedulian terhadap korban begal. “Tentunya Kami merasa sangat prihatin dan peduli, karena sesuai tugas dan fungsi Kami dalam urusan pendidikan memberikan bantuan bagi korban begal yang memiliki anak berusia sekolah yang mengalami kerugian akibat begal,” ujar Laksamana Putra Siregar.
Selain memberikan bantuan berupa biaya perobatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kota Medan juga memberikan bantuan untuk kebutuhan pendaftaran sekolah yang sebelumnya sempat dirampas oleh para pelaku begal.
Dirinya berharap bantuan ini dapat meringankan beban yang dialami korban dan keluarganya, sehingga anak korban begal tersebut dapat menjalani pendidikannya dengan baik.
“Selanjutnya siswa yang orang tuanya menjadi korban begal akan kita berikan beasiswa dan bantuan seragam sekolah lengkap serta perlengkapan sekolah lainnya,” pungkas Laksamana Putra Siregar.
Diketahui sebelumnya, Ilyas (38), menjadi korban keganasan pelaku begal saat menunggu penumpang di kawasan Lorong Kenangan, Kecamatan Medan Belawan pada Jumat (14/7/2023) sekira pukul 05:00 WIB.
Tragis, bahu kiri hingga dada nya terluka usai ditebas benda tajam saat berusaha melawan kawanan begal tersebut.
Apalagi, upayanya untuk melawan demi melindungi uang yang akan digunakannya untuk biaya daftar ulang sekolah anaknya. Naas, uang tersebut pun harus raib karena ayah empat orang anak itu tak kuasa melawan kekejaman pelaku kejahatan jalanan yang kini kian marak terjadi di wilayah Kota Medan. (Ril PM/ASN)











