Medan, Armadaberita.com – Sebuah momen haru terjadi di pelataran Auditorium Bung Karno, Medan, saat seorang perempuan lansia bernama Aing—yang bahkan tak bisa mengeja namanya sendiri—datang menggandeng cucunya, Marcela, untuk mendengarkan pesan Imlek 2026 dari dr. Sofyan Tan. Kisah keduanya langsung menyita perhatian para hadirin.
Aing hidup dalam kemiskinan sejak kecil. Tak pernah sekolah, tak bisa membaca, dan kini menyaksikan cucunya terancam mengalami nasib yang sama. Namun siang itu, harapan baru muncul. Marcela, bocah enam tahun yang menyimak pidato Sofyan Tan, tiba-tiba mengutarakan keinginan polosnya.
“Mau sekolah di sini,” katanya sembari menunjuk bangunan SD Sultan Iskandar Muda.
Ucapan itu membuat Sofyan Tan mendekatinya, menyalami, dan menjanjikan dukungan agar ia bisa bersekolah hingga perguruan tinggi. Menurut Sofyan, hanya pendidikan yang bisa memutus rantai kemiskinan yang selama ini menjerat warga Sunggal.
Sofyan, yang juga Ketua Dewan Pembina YPSIM dan anggota Komisi X DPR RI, mengatakan, bantuan berupa angpao dan sembako bukanlah solusi jangka panjang.
“Angpao dan sembako nggak akan bikin kaya. Itu cuma untuk berbagi kebahagiaan jelang Imlek,” ujarnya.
“Kalau mau mengubah nasib, sekolahkan anak dan cucu sampai perguruan tinggi. Dan berhenti berjudi.”
Pesannya sontak menjadi sorotan karena disampaikan di hadapan 88 warga penerima tali asih. Banyak yang merekam, membagikan, dan mengomentari pernyataan tersebut di media sosial.
Setelah pembagian bantuan, Sofyan Tan melanjutkan bakti sosial Imlek bersama Lions Club Indonesia ke beberapa titik, mulai dari Tandam Hulu, Sunggal, hingga Titi Kuning. Sejumlah pengurus Lions Club turut hadir, menambah semarak kegiatan tersebut.
Menutup rangkaian acara, Sofyan menyampaikan optimisme menyambut Tahun Baru Imlek 2026, yang berada di bawah Shio Kuda Api.
“Tahun Kuda Api itu simbol kita untuk berlari kencang, penuh energi, penuh semangat,” katanya.
Bagi Aing dan Marcela, kalimat itu terasa seperti janji: kesempatan baru, masa depan baru, dan mungkin, sebuah jalan keluar dari kemiskinan yang selama ini menjerat keluarga mereka.











