Simalungun, ArmadaBerita.Com – PTPN IV Regional 2 memperkuat sistem pengamanan di sejumlah unit kebun menyusul maraknya pencurian tandan buah segar (TBS) dan brondolan kelapa sawit yang diduga dilakukan secara terorganisasi, bahkan disertai kekerasan terhadap petugas. Perusahaan juga menyatakan dukungan penuh kepada Polda Sumatera Utara dalam pemberantasan pencurian hasil perkebunan dan peredaran narkoba.
Region Head PTPN IV Regional 2 Budi Susanto mengatakan, gangguan keamanan di wilayah perkebunan menjadi tantangan serius karena dalam sejumlah kejadian, petugas menghadapi kelompok yang menggunakan senjata tajam, panah, hingga tombak.
“Karena itu, kami terus memperkuat sistem pengamanan sekaligus memastikan setiap penanganan di lapangan dilakukan secara terukur dan sesuai ketentuan,” ujar Budi kepada awak media, Selasa (13/10/2026).
Upaya pengamanan dilakukan melalui peningkatan patroli di titik rawan, pengawasan akses keluar-masuk kebun, pemetaan pola gangguan keamanan, serta penguatan koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Salah satu kejadian terjadi di Kebun Kwala Sawit, Kabupaten Langkat, pada 25 Juni 2026. Saat itu, tim keamanan menemukan sekitar satu ton brondolan yang diduga berasal dari areal kebun. Ketika hendak mengamankan barang tersebut, petugas menghadapi pengadangan berulang oleh sekelompok orang. Meski mendapat tekanan, tim akhirnya berhasil membawa barang bukti keluar dari lokasi dan menyerahkannya kepada aparat berwenang.
Sementara itu, di Kebun Adolina, Kabupaten Serdang Bedagai, dua petugas keamanan mengalami serangan dalam insiden berbeda. Pada 27 Juni 2026, petugas berinisial SP mengalami luka parah akibat serangan anak panah. Kemudian, pada 22 Juli 2026, petugas berinisial B terluka setelah diserang menggunakan tombak hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Dalam perkembangan berikutnya, seorang terduga pelaku berhasil ditangkap aparat.
Budi menegaskan, setiap kejadian menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dan memperbaiki sistem pengamanan. Perusahaan, kata dia, tetap mengutamakan keselamatan pekerja serta menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.
Selain pencurian hasil perkebunan, Budi menyoroti persoalan penyalahgunaan dan peredaran narkoba yang dinilainya perlu ditangani secara serius. Berdasarkan pengamatan di lapangan, ia menyebut adanya dugaan keterkaitan antara persoalan narkoba dan meningkatnya tindak kriminal di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Kami melihat bahwa persoalan keamanan perlu ditangani secara menyeluruh. Pencurian hasil kebun harus ditindak sesuai hukum, sementara penyalahgunaan dan peredaran narkoba juga perlu mendapat perhatian serius karena dampaknya sangat merusak,” katanya.
PTPN IV Regional 2 menyatakan siap memperkuat koordinasi dengan kepolisian serta memberikan informasi yang diperlukan untuk mendukung penanganan perkara sesuai ketentuan hukum. Perusahaan berharap kerja sama tersebut dapat mencegah terulangnya tindak pidana, menjaga kelancaran operasional, dan melindungi aset negara.
Budi juga mengajak masyarakat di sekitar perkebunan untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan serta melaporkan dugaan tindak pidana melalui saluran yang tepat tanpa membahayakan keselamatan diri.
“Kami ingin kebun tetap aman, pekerja dapat menjalankan tugas dengan tenang dan masyarakat di sekitarnya juga hidup dalam lingkungan yang kondusif. Ini merupakan kepentingan bersama,” pungkasnya. (*)











