Jakarta, ArmadaBeritaCom – Di tengah kondisi Pandemi Covid-19 seperti saat ini, sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah menghadapi banyak sekali masalah. Salah satunya adalah menurunnya angka penjualan. Penurunan jumlah penjualan atau pendapatan ini merupakan dampak yang sangat besar bagi pelaku UMKM.
Di sekitaran Tanjung Duren, Grogol ini banyak sekali pelaku UMKM, dikarenakan daerahnya yang dekat dengan wilayah perkampusan dan juga banyak rumah kost-kostan dan yang sudah pasti banyak mahasiswa/I yang menjadi sasaran para UMKM tersebut.
Seperti yang sudah kita ketahui, para UMKM biasanya berjualan dengan menggunakan gerobak di pinggir jalan atau trotoar dan menunggu pelanggan yang lewat ataupun datang untuk membeli.
Kebanyakan dari mereka pun sudah berdagang di daerah tersebut cukup lama rentang waktunya kira-kira 3-23 tahun lamanya. Para pelaku UMKM ini juga kebanyakan belum mengenal bagaimana pemanfaatan fasilitas teknologi terutama sosial media yang baik untuk usahanya.
Jika media sosial dimanfaatkan secara optimal, maka hal ini dapat membantu bisnis UMKM dalam memiliki pelanggan baru. Pelaku UMKM perlu memanfaatkan bermacam cara untuk melakukan promosi dan meningkatkan penjualan produk mereka, salah satunya dengan memanfaatkan peluang yang ada yaitu melalui media sosial.
Namun, berdasarkan data yang dirilis oleh Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UMKM), baru sekitar 3.79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online dalam memasarkan produknya. Jumlah ini berkisar 8 persen dari total pelaku UMKM di Indonesia, yaitu 59.2 juta (www.cnnindonesia,com).
Setiap sosial media mempunyai layanan dan fitur masing-masing yang berbeda sehingga dibutuhkan strategi-strategi untuk memasarkan produk yang kita jual dan memenangkan kompetisi market di sana. Hal ini dilakukan karena sudah ada pengusaha yang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan usahanya.

Nah tujuan dari program yang akan kami lakukan yaitu, ingin memperkenalkan teknologi yang ada ini yang ditujukan kepada para UMKM yang menjadi harapan kami dapat membantu meningkatkan pendapatnnya dimasa pandemi covid-19 ini. Program kami juga dilakukan dengan tujuan untuk membantu para UMKM, agar dapat mencangkup lebih banyak lagi pelanggan dari berbagai daerah.
Program ini kami tujukan kepada 3 pelaku UMKM yaitu, yang berjualan pisang goreng, es cendol dawet, dan gado-gado. Smartphone yang digunakan adalah milik pelaku UMKM itu sendiri, dan akan kami bantu dengan dana untuk membeli kuota.
Kami turun secara langsung ke Lapangan dan mengedukasi para pelaku UMKM secara berkala selama 5 kali pertemuan yang dilakukan setiap minggu dengan durasi 1,5-2 jam. Di setiap pertemuan yang sudah kami jadwalkan mengenai apa yang akan dilakukan setiap minggunya mulai dari membantu membuat akun sosial media, mengajarkan cara penggunaan sosial media, dan juga memperkenalkan setiap fitur yang ada.
Kegiatan ini menggunakan metode pendekatan kontektual yaitu memberikan materi teori terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan workshop langsung mengunggah produk-produk yang dihasilkan oleh para pelaku UMKM.
Hasil kegiatan ini adalah adanya pemahaman mitra tentang pemasaran melalui media sosial; mampu membuat toko pada marketplace dan promosi melalui sosial media secara mandiri.
Para pelaku UMKM yang menjadi mitra program kami telah bersepakat akan mengoptimalkan penggunaan sosial media sebagai sarana promosi yang dapat membantu meningkatkan jumlah penjualan bagi pelaku UMKM.
Kami juga berharap semoga program kami ini dapat memberikan kemajuan untuk usaha dari setiap UMKM yang menjadi mitra kami dan dapat terus dikembangkan lagi. (*)
Naskah ini ditulis oleh tim mahasiswa dari Ukrida yang terdiri Dian Maisakh, Andrea Natasha dan Vanessa











