Daerah  

Warga Langkat Bersatu Dukung Perbaikan Jalan Vital di Kecamatan Besitang

Share

Armadaberita.com, LANGKAT — Berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, menyerukan dukungan penuh terhadap upaya pembenahan infrastruktur jalan demi kepentingan publik yang lebih besar. Proyek strategis ini meliputi perbaikan jalan eksisting sepanjang 3 kilometer serta pembangunan ruas baru sepanjang 850 meter yang menjadi akses utama menuju Desa Halaban.

Area yang menjadi fokus pengerjaan mencakup Dusun 19 Pasar Baru, Dusun 16 Paluh Kompeni, dan Dusun 2 Paluh Pasir di Desa Halaban, Kecamatan Besitang.

Ketua Abdesi Teluk Aru Langkat, Ilham Bakti, S.H., menegaskan bahwa keberhasilan proyek ini bergantung pada sinergi antara pemerintah, tokoh adat, serta seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, infrastruktur jalan yang memadai bukan sekadar sarana transportasi, tetapi juga menjadi katalis utama pertumbuhan ekonomi di wilayah Halaban dan Bukit Selamat.

“Jalan yang mulus membuka peluang besar bagi pengembangan ekowisata di sepanjang rute ini, yang secara langsung akan menciptakan lapangan kerja dan sumber pendapatan tambahan bagi warga. Akses yang baik juga akan menarik investasi dan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat,” ujar Ilham.

Ia juga meluruskan adanya misinformasi yang sempat beredar di tengah masyarakat. Ilham menegaskan bahwa proyek ini bukan pembukaan jalan baru di kawasan hutan mangrove seluas 600 hektare, melainkan perbaikan jalur lama yang dikenal sebagai jalan bakti ABRI.

“Faktanya, hanya sekitar 850 meter ruas baru yang dibangun, dan itu pun berada di atas lahan milik warga Desa Halaban,” tegasnya.

Tokoh masyarakat Desa Halaban, Rabial, mengakui sempat muncul resistensi dari sebagian warga akibat kurangnya sosialisasi di tahap awal. Namun, setelah adanya klarifikasi resmi dari pihak desa dan pelaksana, warga kini mendukung penuh kelanjutan proyek tersebut.

“Masyarakat hanya ingin kepastian bahwa kegiatan ini sesuai regulasi. Setelah semuanya jelas, kami sepenuhnya mendukung perbaikan jalan sepanjang 3.850 meter ini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Halaban, Tamaruddin, S.Ag., menegaskan bahwa proyek ini murni untuk kepentingan masyarakat dan tidak terkait dengan isu-isu politik atau kepentingan pribadi pihak tertentu. Ia meminta agar semua tuduhan dan informasi yang tidak benar segera dihentikan.

Perselisihan terkait proyek ini akhirnya mereda setelah diadakan pertemuan di Kantor Desa Halaban pada Rabu (22/10/2025). Pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Desa Halaban, Kepala Desa Bukit Selamat, tokoh masyarakat, dan perwakilan warga menghasilkan kesepakatan bahwa sosialisasi telah tuntas dilakukan dan proyek dapat dilanjutkan.

“Kami sudah memberikan penjelasan komprehensif agar masyarakat tidak lagi terpengaruh isu bohong. Semua informasi sudah terverifikasi,” ujar Tamaruddin.

Senada, Kepala Desa Bukit Selamat, Arko Rahnanda Segala, mengajak masyarakat maupun pihak lain yang masih ragu untuk datang langsung ke kantor desa dan meninjau lokasi proyek.

“Kami berharap informasi yang disampaikan ke publik harus berbasis fakta di lapangan, bukan sekadar opini atau laporan sepihak. Ini penting agar masyarakat menerima informasi yang akurat dan terpercaya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *