EKBIS  

OJK Catat Pembiayaan Sumut Menguat, Kredit UMKM Turun 1,77 Persen

Media Talk OJK tentang kinerja sektor jasa keuangan Sumatera Utara di kantor OJK Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (22/9/2026). Foto: Arvin Nasution
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja sektor pembiayaan di Sumatera Utara (Sumut) masih menunjukkan pertumbuhan hingga 2026. Namun, di tengah peningkatan pembiayaan, penyaluran kredit kepada sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) justru mengalami penurunan.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara, Triyoga Laksito, mengatakan secara umum kinerja lembaga jasa keuangan di Sumut, baik perbankan maupun industri keuangan nonbank, masih berkembang.

Hal itu disampaikannya dalam agenda Media Talk OJK bertema “Sektor Jasa Keuangan dan Inklusi Keuangan Menguat di Sumatera Utara” di Kantor OJK Sumut, Jalan Gatot Subroto, Medan, Selasa (22/9/2026).

“Pada intinya kinerja lembaga jasa keuangan di Sumut, baik itu perbankan maupun nonperbankan seperti perusahaan pembiayaan, modal ventura, LKM, perusahaan penjaminan, fintech, perasuransian, dana pensiun dan pasar modal, dalam setahun ini tumbuh bagus,” ujar Triyoga.

Untuk sektor perusahaan pembiayaan, piutang pembiayaan di Sumut hingga Juli 2026 tercatat mencapai Rp24,1 triliun, atau tumbuh 5,92 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, pertumbuhan pembiayaan tersebut juga diikuti kenaikan rasio pembiayaan bermasalah atau Non-Performing Financing (NPF) menjadi 2,90 persen, meningkat 33 basis poin secara tahunan.

“Artinya, pembiayaan masih bergerak naik dibandingkan tahun sebelumnya. Namun kualitas pembiayaan tetap perlu dijaga seiring pertumbuhan penyaluran,” kata Triyoga.

Sementara itu, kondisi berbeda terlihat pada penyaluran kredit UMKM oleh bank umum di Sumut. Kredit UMKM tercatat turun dari Rp81,9 triliun pada Juli 2025 menjadi Rp80,4 triliun pada Juli 2026, atau mengalami kontraksi 1,77 persen YoY.

Triyoga mengatakan, penurunan tersebut menunjukkan penyaluran kredit kepada segmen UMKM belum tumbuh seperti segmen kredit lainnya sehingga masih membutuhkan dorongan lebih kuat.

“Perbankan di Sumut masih berkembang, meskipun tidak terlalu agresif,” sebutnya.

Di sisi lain, kinerja bank umum di Sumut hingga Juli 2026 masih mencatat pertumbuhan. Total aset mencapai Rp371,1 triliun, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp345,6 triliun, tumbuh 4,29 persen YoY.

Menurut OJK, perkembangan tersebut menunjukkan aktivitas intermediasi dan pembiayaan di Sumut tetap berjalan, dengan perhatian khusus diperlukan terhadap kualitas pembiayaan serta penguatan akses kredit bagi UMKM.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *