Medan, ArmadaBerita.Com
Perkembangan ekonomi Sumatera Utara (Sumut) meningkat. Hal itu tercermin dari tetap tingginya mobilitas masyarakat yang dapat mendorong konsumsi. Di sisi lain, kinerja ekspor diperkirakan sedikit tertahan sejalan dengan termoderasinya harga komoditas utama.
Demikian disampaikan Kepala Bi Sumut, Doddy Zulverdi saat menggelar Bintang Bareng Media (BBM) yang diikuti puluhan wartawan secara langsung di Gedung BI Sumut maupun via aplikasi zoom, Selasa (25/10/2022) siang.
Sementara itu, hasil liaison Bank Indonesia mengkonfirmasi adanya penurunan permintaan ekspor, sedangkan permintaan domestik cenderung tetap meningkat di tengah kenaikan biaya produksi.
Untuk penyaluran kredit perbankan, sebut Doddy, terindikasi mengalami peningkatan pada triwulan III 2022 yang mencapai 11,11 persen, lebih tinggi dari periode sebelumnya sebesar 7,83 persen (yoy).
Hal serupa juga terjadi pada kinerja kredit UMKM yang tumbuh menjadi 16,0 persen (yoy) pada tw III’22 dengan risiko kredit yang membaik. “Di sisi lain, kredit rumah tangga terdapat indikasi perlambatan yang didorong oleh melambatnya KPR dan multiguna,” papar Doddy.
Pun begitu, Kepala BI Sumut yang juga didampingi Deputi Direktur BI Sumut, Azka Subhan Aminurridho, serta Wakil Deputi Direktur, Poltak Sitanggang menjelaskan, bahwa risiko kredit macet di Sumatera Utara mengalami peningkatan meskipun masih terbatas.
“Kredit macet meningkat, hal itu tercermin dari peningkatan NPL dari Triwulan II-2022 sebesar 2,43% menjadi 2,46% pada Triwulan III-2022,” jelasnya.
Peningkatan NPL, terang Doddy, terutama didorong oleh peningkatan rasio NPL kredit modal kerja dan kredit konsumsi. “Di sisi lain, upaya perbaikan kualitas kredit pada debitur terdampak COVID-19 yang dilakukan oleh Pemerintah melalui restrukturisasi kredit tercatat telah melewati puncaknya dan berangsur melambat,” ucapnya.
Meski demikian, Kepala BI Sumut memperkirakan kalau perekonomian Sumatera Utara tahun 2022 tumbuh lebih tinggi dari tahun 2021 dengan rentang proyeksi 4,1 persen-4,9 persen (yoy).
“Kian pulihnya mobilitas dan membaiknya daya beli akan mendorong konsumsi masyarakat. Tingginya harga komoditas utama pada semesteri pertama serta berlanjutnya program PEN juga diprakirakan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara tahun 2022 lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkasnya. (ASN)











