Deli Serdang, ArmadaBerita.Com
Juli Kayanti Lubis (40) dan Teti Ariani (nenek korban) sepertinya tak lagi mampu menahan isak tangisnya meratapi, Zulham (18) pulang jadi mayat, Kamis (10/12/2010) sekira pukul 23.00 WIB.
Pasalnya, satu jam sebelumnya, pelajar SMA yang tinggal bersama neneknya di Dusun III, Desa Bintang Meriah, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang itu, sempat mempinta uang untuk membeli bensin sepeda motor milik temannya.
Ternyata, remaja malang itu diantar orang tidak di kenal ke Klinik Puja di Dusun III, Desa Bakaran Batu, Kecamatan Batang Kuis, Deli Serdang dengan kondisi luka lecet didahi, benjolan didahi akibat pukulan benda tumpul, didada mengalami luka gesekan dan mengeluarkan darah dari hidung. Bebera saat dirawat, korban menghembuskan nafas terakhirnya di kelinik.
Dari situ, keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Polsek terdekat yak Polsek Batang Kuis Polresta Deli Serdang. “Pukul 23.55 WIB, korban meninggal dunia. Pengakuan Dokter Jaga klinik dr.Maruli Fredi Simamora, semua luka disebabkan oleh pukulan benda tumpul,” kata Kanit Reskrim Polsek Batang Kuis, Iptu Panji Anugrah kepada wartawan, Jum’at (11/12/2020) siang.
Kapolsek Batang Kuis AKP Simon Pasaribu yang mengerahkan Kanit Reskrimnya, Iptu Panji Anugrah untuk melakukan cek TKP. Dari hasil cek TKP dan para saksi disana, Polsek Batang Kuis menjelaskan bahwa korban tewas diduga akibat tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.
“Dari keterangan masyarakat disana (saksi), tempat kejadian perkara (TKP) penganiayaan di Lorong VII, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, yakni di Wilayah Hukum Polsek Percut Sei Tuan Polrestabes Medan,” ungkap Iptu Panji Anugrah.
Selanjutnya, Polsek Batang Kuis berkoordinasi dengan Polsek Percut Sei Tuan. Jenazah korban yang sempat dibawa pulang ke rumah neneknya iyu lalu didatangi personel Polsek Percut Sei Tuan guna dilakukan autopsi di RS Bhayangkara Medan.
Kanit Reskrim Polsek Percut Iptu Jhone Harto Panjaitan ketika dikonfirmasi, membenarkan prihal tewasnya korban. “Benar, saat ini kita sudah mengamankan 4 orang terduga pelakunya,” aku, JH Panjaitan. (Ck)










