Medan, ArmadaBerita.Com
Melalui Program Pengungkapan Sukarela (PPS) yang digencarkan dan terus disosialisasikan, membuat penerima pajak di Sumut meningkat signifikan di tahun 2022. Mendulangnya keuangan negara ini menjadikan Kantor Wilyah (Kanwil) Direktorat Jendral Pajak (DJP) Sumut I meraih peringkat I tingkat Nasional atas capaiannya.
Turut hadir mendampingi Kakanwil yakni, Bismar Fahlerie selaku Humas, Fungsional DJP Sumut I, Para Pengawas, dan dihadiri para awak media.
Diakui Eddy, pencapaian DJP Sumut I dalam peningkatan penerima pajak tak terlepas dari kesadaran masyarakat wajib pajak dan terlebih peran media yang terus mensiarkan kewajiban melaporkan pajaknya. Untuk itu, Eddy mengajak rekan-rekan media dan masyarakat untuk menjaga keuangan negara.
“Mari sama-sama kita menjaga keuangan negara. Karena ini membantu perekonomian kita Indonesia terutama di Sumatera Utara,” ajak Eddy.
Selain mengajak menjaga keuangan negara dari hasil penerimaan pajak tersebut, Eddy juga meminta masukan kinerja DJP Sumut I terkait layanan pajak baik di dalam maupun yang dilakukan petugas Kanwil DJP di lapangan.
“Karena mengelola keuangan pajak ini tidak bisa dikerjakan sendiri, bagaimana penyalurkannya itu teman-teman media sangat perlu mengawasinya agar bagaimana kita bisa menjaga itu,” imbuhnya.
Sebelumnya, Kanwil DJP Sumut I memaparkan bahwa di tengah terpaan pandemi Covid-19 ekonomi indonesia sejak tahun 2020-2021, membuat masyarakat mulai terbiasa berdampingan dengan Covid-19 dan sejenisnya sehingga ekonomi berangsur-angsur pulih. “Khususnya di Sumut, peningkatan ekonomi mencapai 3,9 meski secara nasional berada di 5,1 persen. Hal ini dapat di sikapi pemerintah jauh lebih baik ketimbang krisis di tahun 1998 dan 2008,” ungkapnya.
Sikap pemerintah, bilang Eddy dengan mampu meredamkan krisis akibat Pandemi Covid-19 sejak 2020 adalah melalui program PPS yang memberikan kesempatan kepada Wajib Pajak (WP) untuk melaporkan atau mengungkapkan kewajiban perpajakan yang belum dipenuhi secara sukarela.
Hal itu, jelas Eddi dapat direspon dengan baik oleh penerima pajak, karena pemerintah memberikan strategi dengan memberikan intensif, seprti memberikan intensif bagi pelaku UMKM dari 1 persen jadi ½ persen dan sekarang bebas. “Meski harga tinggi, cuma subsidi juga tinggi. Dan respon wajib pajak cukup baik untuk ini. Saat ini, Menteri Keuangan melalui kementrian DJP terus berupaya dalam hal meningkatkan dan mengembangkan UMKM,” paparnya.
Menurutnya meningkatnya penerimaan pajak itu juga tak terlepas dari naiknya harga komoditas, meski masih berlangsungnya konflik geopolitik antara Rusia dan Ukraina. “Salah satu kenaikan penerima pajak di Sumut adalah dari naiknya harga komoditas sehingga penerimaan pajak meningkat tumbuh 30 persen lebih, dan nettonya 40 persen lebih. Capaian ini lebih baik dari tahun sebelumnya,” sebutnya.
Eddy pun menargetkan jika tahun ini pencapaian penerimaan pajak bisa mencapai 100 persen dan kedepan dapat mempertahankannya dengan banyak strategi untuk perbaikan.
“Insya Allah tahun ini kita capai 100 persen. Alhamdulillah kita bisa melakukan itu di tahun ini. Kedepan mudah-mudahan upaya Kanwil DJP Sumut I bisa mempertahankannya, namun kita belum tahu bagaimana geopolitik, dan harga komoditas nantinya, semoga terus tumbuh dengan baik,” harapnya. (ASN)











