MEDAN, ARMADA BERITA – Suasana semakin meriah di SLB Negeri Pembina, Medan, ketika Telkomsel menghadirkan “Internet Baik”, sebuah program yang menginspirasi aksi kreatif bagi siswa difabel. Acara ini yang digelar di aula sekolah itu, Rabu (17/1), dirangkai dengan beragam kegiatan, mulai dari seminar hingga pameran hasil karya.
Pembukaan acara dimeriahkan oleh para pejabat terkemuka, seperti Manajer CSR Environment & Ecosystem Telkomsel, Gumilar Henda Nugraha Ali, dan Supervisor Marketing Communication Region Sumbagut Telkomsel, Dicky Ardiansyah.
Dalam kata sambutannya, Gumilar menyoroti keunikan dan keistimewaan teman-teman difabel, menyebut mereka sebagai “spesial bagi dunia ini.”
Selain menjadi ajang inspirasi, Telkomsel melibatkan para influencer terkenal dalam dunia daring. Salah satunya, seorang travel blogger yang berbagi pengalaman serunya menjelajah dunia meski memiliki keterbatasan.
Acara ini menjadi magnet bagi peserta, khususnya para siswa SLB Negeri Pembina, yang dengan semangat mengikuti setiap tahapan dan merasakan langsung kehangatan kebersamaan.
Tak hanya itu, Telkomsel juga menghadirkan sesi T-Agency oleh Dicky dan sesi IBSU (Internet Baik Sumatra Utara). Kehadiran mereka memberikan sentuhan eksklusif pada acara tersebut dan semakin memperkaya inspirasi bagi para peserta.
Gumilar Henda Nugraha Ali juga memaparkan, “Internet Baik adalah langkah Telkomsel untuk mendukung peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda, terutama bagi teman-teman difabel. Kami berkomitmen menciptakan ruang digital yang sejuk, aman, dan inklusif.” Ia menekankan pentingnya mendorong kegiatan positif di dunia maya, demi mendukung pemilu yang sehat dan damai.
Acara ini juga menjadi kesempatan bagi pemuda dan pemudi difabel untuk menjajaki potensi dan bakat mereka. Dengan adanya penekanan pada literasi digital, Telkomsel berharap dapat menciptakan generasi muda yang kreatif, inspiratif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan internet. Ajang ini menjadi persembahan Telkomsel untuk melibatkan semua kalangan dalam membangun bangsa melalui inovasi digital.
Kepala SLB Negeri Pembina, Mardi Panjaitan, mengungkapkan, tujuan kegiatan ini bukan hanya untuk memperlihatkan bakat siswa tetapi juga untuk memberikan pelajaran berharga. “Kami ingin menekankan pentingnya literasi digital, dan kami percaya bahwa melalui penampilan kreatif, pesan-pesan tersebut akan lebih diterima oleh masyarakat,” tutur Mardi.
Tidak hanya menjadi acara sekolah biasa, Internet Baik di SLB Negeri Pembina Medan menjadi panggung bagi para bakat muda difabel untuk bersinar. Keterlibatan siswa dalam menyemarakkan acara ini membuktikan bahwa inklusi bukan hanya slogan, tetapi dilaksanakan dengan tulus dan kreatif. (Dewa)











