Green Jobs Bakal Makin Dibutuhkan, Pemda Diminta Siapkan Talenta Sesuai Kebutuhan Industri

Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah saat berkunjung ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Senin (10/8/2026). Ist
Share

Jambi, ArmadaBerita.Com – Perubahan struktur pasar kerja menuntut pemerintah daerah bergerak lebih cepat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang sesuai kebutuhan industri. Pemerintah mendorong daerah mulai mengarahkan pendidikan dan pelatihan ke sektor pekerjaan ramah lingkungan atau green jobs yang dinilai akan semakin berkembang.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mengatakan transformasi industri, perkembangan teknologi, dan penerapan prinsip keberlanjutan akan mengubah kebutuhan tenaga kerja. Sejumlah profesi baru berpotensi tumbuh, sementara pekerjaan konvensional juga akan mengalami perubahan tuntutan kompetensi.

“Zaman sekarang sudah berbeda. Saya meminta daerah-daerah untuk fokus pada pekerjaan baru, yaitu green jobs,” ujar Afriansyah saat berkunjung ke Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, Senin (10/8/2026).

Menurut Afriansyah, perubahan tersebut harus diantisipasi melalui pemetaan sektor ekonomi di masing-masing daerah. Pemerintah daerah perlu mengetahui sektor usaha yang memiliki potensi pertumbuhan sehingga program pendidikan dan pelatihan dapat diarahkan pada kompetensi yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.

Langkah ini dinilai penting untuk menekan kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan perusahaan atau mismatch. Ketidaksesuaian tersebut berpotensi membuat peluang kerja yang tersedia tidak sepenuhnya dapat diisi oleh tenaga kerja lokal.

Tak hanya menyasar lulusan baru, peningkatan kompetensi juga perlu diberikan kepada pekerja yang sudah berada di dunia profesional. Program upskilling dan reskilling diperlukan agar pekerja mampu mengikuti perubahan teknologi dan tuntutan profesi yang terus berkembang.

Afriansyah mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) siap mendukung pemerintah daerah melalui satuan pelayanan pelatihan yang tersedia di berbagai wilayah. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan pelatihan berbasis kebutuhan industri dan karakter ekonomi masing-masing daerah.

Perusahaan Harus Terlibat

Di sisi lain, dunia usaha diminta tidak hanya menjadi pengguna tenaga kerja. Perusahaan perlu terlibat sejak tahap penyusunan kompetensi agar lulusan pendidikan memiliki kemampuan yang sesuai dengan standar pekerjaan.

Afriansyah mendorong pemerintah daerah memperkuat pola link and match antara perusahaan dan lembaga pendidikan, termasuk SMA, SMK, dan satuan pendidikan sederajat.

“Harapan kami seluruh perusahaan di daerah betul-betul bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, sehingga program link and match dengan SMA dan SMK sederajat dapat berjalan dengan baik,” kata Afriansyah.

Menurut dia, keterlibatan perusahaan akan membuat peserta didik tidak hanya menguasai teori. Mereka juga dapat memahami standar industri, budaya kerja, serta keterampilan praktis yang dibutuhkan di lingkungan profesional.

SDM Jadi Kunci Menarik Investasi

Kesiapan tenaga kerja juga berkaitan langsung dengan daya tarik investasi daerah. Investasi yang masuk memang berpotensi menciptakan lapangan kerja dan aktivitas ekonomi baru. Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal apabila daerah memiliki tenaga kerja dengan kompetensi yang sesuai.

Karena itu, pemerintah daerah perlu melakukan pemetaan kebutuhan tenaga kerja sebelum investasi dan ekspansi sektor usaha berlangsung. Hasil pemetaan dapat menjadi dasar dalam menentukan jenis pelatihan yang perlu dikembangkan.

“Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan struktur pasar kerja. Selain pekerjaan konvensional, daerah perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi dan perubahan industri,” tutur Afriansyah.

Dorongan pengembangan green jobs tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persaingan daerah dalam menarik investasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan maupun infrastruktur. Kualitas dan kesiapan SDM akan menjadi salah satu faktor penting agar masyarakat lokal dapat mengambil bagian dari peluang ekonomi yang muncul.

Dengan mempersiapkan kompetensi sejak dini, pemerintah daerah diharapkan tidak sekadar menjadi tempat masuknya investasi, tetapi juga mampu memastikan perubahan ekonomi memberikan manfaat yang lebih besar bagi tenaga kerja dan masyarakat setempat. (*/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *