Buka MagangHub Angkatan II, Menaker: 732.483 Lulusan Berebut Kesempatan Magang, 46.160 Peserta Akhirnya Lolos

Program MagangHub Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 resmi dimulai pada 10 Agustus 2026.
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com — Persaingan mendapatkan pengalaman kerja melalui Program Pemagangan Nasional atau MagangHub cukup ketat. Dari 732.483 orang yang mendaftar, hanya 46.160 peserta yang akhirnya dinyatakan lolos untuk mengikuti program pemagangan selama enam bulan.

Angka tersebut menunjukkan tingginya minat lulusan perguruan tinggi untuk mendapatkan pengalaman kerja sekaligus memperkuat kompetensi sebelum benar-benar masuk ke pasar kerja.

Program MagangHub Angkatan II Batch 1 Tahun 2026 resmi dimulai pada 10 Agustus 2026. Program ini diikuti lulusan perguruan tinggi, termasuk lulusan pendidikan profesi, dan menjadi bagian dari paket kebijakan stimulus ekonomi pemerintah untuk memperkuat transisi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan, kesempatan mengikuti pemagangan seharusnya dimanfaatkan peserta untuk membangun kemampuan, jejaring, dan reputasi profesional.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan disiplin, integritas, dan kesungguhan. Jadikan enam bulan pemagangan sebagai pijakan untuk membuktikan kemampuan, memperluas jejaring, dan membangun reputasi profesional,” kata Yassierli dalam Kick Off dan Orientasi Program MagangHub Angkatan II Batch 1 di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Tingginya jumlah pendaftar juga tercermin dari banyaknya lamaran yang masuk. Dari 244.982 pendaftar yang dinyatakan memenuhi syarat, sebanyak 226.719 orang mengajukan lebih dari 547.000 lamaran ke berbagai posisi pemagangan yang tersedia.

Setelah melewati proses seleksi, 225.920 pelamar masuk dalam tahapan rekrutmen. Sebanyak 48.088 pelamar kemudian dapat diproses lebih lanjut dan 46.402 calon peserta diusulkan untuk ditetapkan sebagai peserta.

Pada tahap verifikasi akhir tingkat nasional, sebanyak 46.160 orang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan dan resmi menjadi peserta. Sementara itu, 242 calon peserta lainnya tidak dapat ditetapkan karena tidak memenuhi persyaratan pada tahap verifikasi akhir.

Dari sisi penyedia kesempatan magang, program ini melibatkan 3.672 penyelenggara yang terdiri atas 1.830 perusahaan dan 1.842 kementerian/lembaga. Mereka menyediakan 28.455 lowongan dengan kapasitas mencapai 54.304 peserta.

Ketersediaan tempat pemagangan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mempertemukan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia kerja. Dari total kuota, sebanyak 31.251 tersedia di perusahaan, sedangkan 23.053 kuota berada di kementerian dan lembaga.

Namun, Yassierli menekankan bahwa keberhasilan program tidak cukup diukur dari banyaknya peserta maupun jumlah lowongan yang tersedia. Kualitas pengalaman kerja yang diperoleh peserta selama enam bulan menjadi hal yang tidak kalah penting.

“Program pemagangan ini merupakan ikhtiar Pemerintah untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi, termasuk pendidikan profesi menuju dunia kerja melalui pengalaman kerja nyata, pendampingan mentor, serta penguatan kompetensi dan budaya kerja,” ujarnya.

Karena itu, Kemnaker meminta penyelenggara memastikan peserta mendapatkan pekerjaan yang relevan, mentor yang aktif, pembelajaran yang terarah, serta evaluasi yang konsisten. Pemagangan, kata Yassierli, harus menjadi ruang pembentukan kompetensi dan profesionalisme, bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif.

Kemnaker juga akan melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program, terutama efektivitas pembimbingan mentor dan kesesuaian tugas yang diberikan kepada peserta.

Pemerintah berharap pengalaman selama mengikuti MagangHub tidak berhenti setelah masa pemagangan berakhir. Program tersebut diharapkan dapat menjadi jalur pembentukan talenta sekaligus talent pipeline bagi perusahaan maupun instansi yang menjadi penyelenggara.

“Kementerian Ketenagakerjaan akan terus memantau efektivitas pembimbingan oleh mentor, kesesuaian tugas yang diberikan, serta memastikan program pemagangan ini dapat menjadi talent pipeline bagi instansi dan perusahaan penyelenggara,” pungkas Yassierli.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *