ArmadaBerita.Com, SAMOSIR – Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti kunjungi kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, Kamis (12/3). Turun di Bandara Silangit, rombongan langsung bertolak ke Bukit Singgolom, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba.
Tiba di Singgolom Raja Willem dan Ratu Maxima didampingi Menko Maritim Luhut Panjaitan, Menteri Pariwisata Wisnu Utama, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan Dirut BOPDT Ari Prasetyo.
Pada kesempatan itu, Raja Willem dan Ratu Maxima melakukan sesi foto berlatar belakang pemandangan Danau Toba dengan bingkai Pulau Samosir. Setelah menikmati indahnya Danau Toba dari atas Bukit Singgolom, Kabupaten Toba, Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti melanjutkan perjalanan ke Dusun Siambat Dalan, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kamis.
Raja Willem dan Ratu Maxime bersama Menko Maritim Luhut Panjaitan dan Mentri Pariwisata Wisnu Utama, disambut dengan tarian Batak “Tortor Panomunomuan” saat tiba di Dusun Siambat, tempat berdirinya rumah-rumah Adat Batak yang usianya sudah mencapai ratusan tahun itu.
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti pun dihadiahi kain Ulos Pinunsaan. Ulos Pinunsaan atau Ulos Jugia yang disebut juga ulos naso ra pipot biasa digunakan untuk menyambut raja atau orang terhormat lainnya. Ulos ini adalah Ulos khas Batak Toba, yang memiliki arti orang yang sudah berhasil mempunyai cucu.
Kerjasama Bilateral
Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (9/3).
Kunjungan kenegaraan Raja dan Ratu Belanda ke Indonesia tersebut membawa misi untuk peningkatan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.
Berdasarkan siaran pers dari Kemenlu, kunjungan kenegaraan penguasa Belanda, Raja Willem-Alexander dan Ratu Maxima, ke Indonesia akan membawa empat menteri dan hampir 200 delegasi pengusaha.
Kunjungan Raja-Ratu Belanda selama 9-13 Maret 2020 itu dikhususkan untuk fokus ke Indonesia karena bukan merupakan rangkaian lawatan kenegaraan. (rel/nst)











