Madina, ArmadaBerita.Com – Pondok Pesantren (Ponpes) Musthafawiyah Purba Baru, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menerima bantuan hewan kurban dari sejumlah tokoh nasional dan daerah pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
Hewan-hewan kurban tersebut disembelih di lingkungan pesantren pada Rabu (27/5/2026) dan dagingnya dibagikan kepada para santri, terutama mereka yang tetap berada di pondok selama perayaan Hari Raya Iduladha.
Pimpinan Ponpes Musthafawiyah Purba Baru, KH Mustafa Bakri Nasution, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan para pekurban untuk menyalurkan hewan kurbannya melalui pesantren yang dipimpinnya.
“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan hewan kurban ke pondok ini. Semoga menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir dan mendapat balasan terbaik dari Allah SWT,” kata Mustafa Bakri Nasution.
Tahun ini, Ponpes Musthafawiyah menerima hewan kurban dari berbagai kalangan. Di antaranya berasal dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid.
Selain itu, bantuan hewan kurban juga datang dari anggota DPR RI sekaligus mantan Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah, yang akrab disapa Ijeck, serta tokoh Sumatera Utara Dodi Shah dan keluarga besar Pondok Pesantren Musthafawiyah.
Adik kandung KH Mustafa Bakri Nasution, H Harun Mustafa Nasution, mengatakan momentum Idul Adha menjadi sarana mempererat ukhuwah antara para tokoh, masyarakat, dan keluarga besar pesantren.
“Alhamdulillah, kami bersama para guru dan santri dapat melaksanakan penyembelihan hewan kurban yang telah diamanahkan kepada pondok ini. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo melalui Bapak Nusron Wahid, Menteri Agama, Pak Ijeck, Pak Dodi, dan keluarga besar pondok yang telah mempercayakan penyaluran kurbannya kepada Musthafawiyah,” ungkapnya.
Menurut Harun, hewan kurban yang diterima tahun ini memberikan manfaat besar bagi para santri dan santriwati yang tidak pulang ke kampung halaman selama masa libur Iduladha. Ribuan santri yang menetap di pesantren dapat merasakan kebersamaan dan kebahagiaan Hari Raya melalui pembagian daging kurban tersebut.
Ia berharap semangat berbagi yang ditunjukkan para pekurban dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk terus memperkuat nilai kepedulian sosial dan gotong royong.
“Semoga hewan kurban yang disembelih ini membawa keberkahan bagi seluruh santri dan menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT bagi para pekurban,” harapnya.
Ponpes Musthafawiyah Purba Baru sendiri merupakan salah satu pesantren terbesar dan tertua di Sumatera Utara. Setiap perayaan Iduladha, pesantren ini menjadi pusat pelaksanaan kurban yang melibatkan ribuan santri, guru, serta masyarakat sekitar sebagai wujud syiar Islam dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.











