NEWS  

Pengorekan Drainase Dinas PU Bina Marga Dikeluhkan Warga, Seolah Dibiarkan

Share

Medan, ArmadaBerita.Com

Warga di Jalan Bunga Asoka No 124, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang bernama Ibu Hotma Br Sianturi merasa kecewa dengan adanya pengorekan drainese di tempat depan rumah sekaligus usaha cafe miliknya.

Pasalnya, selama lebih 1 bukan pengerjaan, pengorekan drenase/parit sepanjang ± 7 meter di tempat usahanya tak kunjung selesai. Akibatnya, salah seorang sempat terjerembab jatuh ke dalam parit. Ia pun merasa dirugikan.

Kepada wartawan, Kamis (29/10/2020), ia menuturkan, bahwa pengerjaan proyek drainase itu diduga dilakukan oleh pihak Dinas PU Bina Marga Kota Medan.

Pengerjaan itu terkesan dilakukan pembiaran, sesudah membongkar Titi jembatan didepan rumah/usaha milik Ibu Hotma Br Sianturi.

“Padahal pembongkaran titi dan pengorekan parit sepanjang sekitar 7 meter di rumah saya itu pengerjaannya sudah berjalan sebulanan, tapi gak siap-siap sampai sekarang,” keluh, Hotma Br Sianturi, Kamis (29/10/2020).

Dikarenakan terlalu lama, aktivitas pemilik rumah dan warga lainnya yang berkunjung ke kafe Hotma terganggu. Hotma pun berusaha meletakkan papan untuk titi sementara, agar akses parit dapat dilintasi sembari menunggu tanggungjawab penyiapan dari Dinas PU.

Apesnya, papan tak tahan karena terus dilintasi hingga menyebabkan salah seorang warga terjatuh ke dalam parit yang digali diduga pihak dinas PU Bina Marga Kota Medan.

“Awalnya, sebelum pengerjaan pencucian parit (drainase) melalui seorang pekerja yang telah menyediakan alat berat hendak membongkar jembatan titi ini berjanji akan kembali membangun jembatan titi seperti sedia kala. Namun setelah dibongkar dan sudah sebulan tidak juga terealisasi,” kesal, Hotma Br Sianturi.

Karena sudah ada korban, Hotma langsung menghubungi pria berinisial HD yang disebut-sebut pengawas proyek Dinas PU Bina Marga untuk bertemu.

“Pada hari, Rabu (21/10/2020) kemarin, Hendro datang menemui saya dan berjanji akan merealisasikan permintaan saya untuk kebali membangun jembatan titi. Tapi hanya janji tinggal janji saja,” ungkap Hotma Br Sianturi.

Dibeberkan Hotma Br Sianturi lagi, bahwa pekerja dari pihak proyek pencucian parit (drainase) tidak hanya melakukan pembongkaran jembatan titi parit, namun juga mengambil besi coran jembatan titi parit miliknya yang sempat terpasang.

“Saya minta pertanggung jawaban pihak Dinas PU Bina Marga untuk segera merealisasikan pembangunan/pekerjaan jembatan titi milik saya di depan rumah. Karena, dengan tidak adanya jembatan titi aktivitas saya menjadi terganggu, bukan dari pribadi saya diminta uang sebesar Rp 9 juta untuk biaya pengerjaan jembatan titi didepan rumah saya,” bebernya. (Nst)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *