ArmadaBerita.Com – Bocah kecil berumur 3 tahun pergi tanpa menitip pesan. Pagi itu selepas sarapan, ia pamit ke ibunya untuk pergi bermain. Mengenakan kaos cream bergambar Mickey Mouse warna biru sepadan dengan celananya yang bertanda tikus kecil dan bintang-bintang, ia keluar dari pintu rumah.
Ibunya beraktivitas seperti biasa. Seperti hari sebelumnya, sang bocah pun gemar bermain. Namun kali ini, si anak bermain di pinggir sungai, di Lingkungan XI Kelurahan Glugur Kota, Medan Barat. Belakangan ini hujan turun amat deras. Sungai-sungai meluap, jejak air melicinkan tanah di tepian.
Bocah itu pergi bermain. Dunianya adalah dunia bermain. Ia ingin masa kecilnya penuh keceriaan. Biarlah oranh dewasa yang memusingkan perkara hidup. Namun siang itu, keluarga terkejut batin membaca postingan di media sosial. Dikabarkan, seorang anak laki-laki bernama M Ayaz Firdaus (3 tahun) warga Jalan Yos Sudarso Lingkungan 11 Kelurahan Glugur Darat Kecamatan Medan Barat ditemukan tak bernyawa di Sungai Deli, Selasa (28/7).
Seperti petir menyambar di siang bolong. Pihak keluarga terpukul batin. Kepala Lingkungan 29 Kelurahan Rengas Pulau Medan Marelan Abdullah Sani (55) didampingi Abdul Hadi (35) uwak korban memastikan kebenaran informasi itu. Duka itu bulat sudah.
Tidak ada yang melihat persis peristiwa itu seperti apa saat si bocah hanyut. Namun, warga yang menemukan jasad korban berusaha memboyongnya ke Rumah Sakit Delima di Jalan KL Yos Sudarso KM 13.5 Simpang Martubung. Bocah itu diterima oleh Dr. Nindi dan Perawat bernama Fransiska Gultom yang bertugas jaga IGD (Instalasi Gawat Darurat). Namun korban dinyatakan telah berpulang.
Kapolsek Medan Labuhan Edy Safari mengatakan, hasil pemeriksaan dokter di rumah sakit bahwa anak itu terjatuh ke sungai, hanyut kemudian tewas, tidak ada tanda-tanda bekas penganiayaan.
Pihak keluarga mendatangi Rumah Sakit Delima. Kepada pihak kepolisian dan pihak rumah sakit, mereka meminta agar jasad bocah itu jangan diotopsi. Permintaan itu direstui. Pihak keluarga korban segera membawa mayat bocah itu ke rumah duka guna disemayamkan dan dikebumikan. (*)











