Percut, ArmadaBerita.Com
Sungai Tembung kembali menelan korban. Kali ini seorang bocah berusia 11 tahun yang jadi korbannya. Bocah malang itu bernama, M. Ari, warga Jalan Bersama, Gang Pribadi, Kelurahan Tembung, Kecamatan Medan Tembung.
Ia diketahui hanyut saat bermain dan mandi di aliran sungai Tembung, Jalan Besar Tembung (Jembatan Tembung) tepatnya di belakang Mega City, Kecamatan Medan Tembung pada Sabtu (28/8/2021) sekira pukul 16.00 WIB.
Meski pihak keluarga dan tim Basarnas turun ke lokasi untuk melakukan pencaharian, namun hingga Minggu (29/8/2021) petang ini, jasad korban belum ditemukan.
Berdasarkan amatan wartawan di lokasi, terlihat beberapa pihak keluarga bersama tim Basarnas melakukan pencaharian hingga malam, namun tandatangan keberadaan korban belum ditemukan.
Padahal, pihak keluarga dan Basarnas telah turun dan menyisiri aliran sungai dari awal korban dinyatakan hanyut hingga sampai ke perbatasan jembatan Desa Laud Dendang yang diperkirakan lebih 1 km dari awal korban hanyut.
Bahkan beberapa kerabat korban juga berpencar ke penjuru lainnya di aliran sungai itu, namun belum menemukannya. Ramainya pihak keluarga korban yang melakukan pencarian, seperti biasa menjadi perhatian warga sekitar. Warga yang bermukim di pinggiran aliran sungai dan sering memancing di sungai tersebut mengaku tidak melihat jasad korban.
“Memang sudah berulang kali di kawasan ini ditelusuri sama pihak keluarga dan Basarnas, tapi ngak ketemu mayatnya,” kata seorang pria yang kerap mangkal di warung pinggiran sungai.
Salah satu pria yang ikut melakukan pencaharian dari pihak keluarga korban menjelaskan bahwa korban hanyut setelah bermain dan mandi di sungai Belakang Mega City. Ketika di sungai, korban hendak mengikuti temannya mengambil pohon pisang yang hanyut, namun dua orang temannya selamat karena dapat memegang pohon pisang tersebut.
Naas menimpa korban karena ia tak dapat meraih pohon pisang tersebut hingga tubuhnya tenggelam dan terbawa arus air sungai yang saat itu sedang mengalir deras.
Mengetahui korban menghilang, kedua temannya langsung memberitahukan kepada Rudianto Aritonang dan Nursailan Siregar yang merupakan orang tua korban. Akan tetapi, sejak malam kedua ini, jasad korban belum juga ditemukan. Warga terus mewanti-wanti akan bahaya di aliran sungai Tembung yang telah banyak menghanyutkan orang.
“Semoga korban hanyut cepat ditemukan. Untuk orang tua sekiranya tetap mewanti-wanti anaknya agar tidak ke sungai tanpa didampingi orang tua,” ucap Mis, penduduk lama di kawasan pinggiran sungai Tembung. (ASN)











