JAKARTA, ARMADA BERITA – Berto Sitompul, Penggagas Bank Sampah Mengajar, membagikan praktik baik dalam bidang ekopedagogik dan Bank Sampah Sekolah (BASS) sebagai dukungan bagi pelaksanaan Sekolah Nol Sampah (Zero Waste School) yang digelar oleh Pusat Kurikulum dan Pembelajaran, BSKAP, Kemendikbudristek, di Jakarta, Selasa (6/2/2024).
Acara ini bertujuan untuk membumikan konsep Sekolah Nol Sampah di lingkungan pendidikan. Dengan melibatkan Bank Sampah Mengajar, inisiatif tersebut mengajak sekolah untuk menjadi pusat pembelajaran pengelolaan sampah sejak usia dini, melibatkan praktik nyata pengelolaan sampah, pemilahan antara sampah organik dan non-organik, serta membentuk kesadaran cinta lingkungan pada generasi muda.
Berto Sitompul menekankan pentingnya peran sekolah sebagai agen perubahan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan berkelanjutan. “Melalui ekopedagogik dan Bank Sampah Sekolah, kita dapat memberikan pendidikan yang berkesan dan membangun kesadaran anak-anak tentang kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini,” ujarnya.
Bank Sampah Mengajar telah sukses mengimplementasikan pendekatan edukatif ini, membimbing sekolah untuk memahami dan mengimplementasikan konsep Sekolah Nol Sampah. Dengan berbagi pengalaman ini, diharapkan lebih banyak sekolah yang dapat mengadopsi praktik terbaik ini dan menjadikan pengelolaan sampah sebagai bagian integral dari kurikulum mereka.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam menciptakan Sekolah Nol Sampah sebagai wujud komitmen untuk mengelola sampah secara bijaksana dan berkelanjutan di kalangan pelajar.
Semoga dengan praktik baik dari Bank Sampah Mengajar, konsep Sekolah Nol Sampah dapat semakin diterapkan secara luas di berbagai institusi pendidikan, mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap perlindungan lingkungan. (Dewa)











