Medan, ArmadaBerita.Com – Panggung utama Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 berubah menjadi lautan nostalgia saat Trio Ambisi tampil di hadapan ribuan pengunjung pada Sabtu (25/7/2026) malam. Selama hampir satu jam, grup vokal legendaris asal Sumatera Utara itu menghadirkan suasana hangat yang membuat penonton larut bernyanyi bersama, seakan menghidupkan kembali kenangan yang telah tersimpan puluhan tahun.
Sejak langkah pertama mereka memasuki panggung, Andy Situmorang, Eli Simanjuntak, dan Joe Harlen Simanjuntak langsung disambut tepuk tangan meriah. Alunan harmoni vokal khas Trio Ambisi berpadu dengan lirik-lirik penuh makna, menciptakan atmosfer emosional yang membuat ribuan pasang suara menyatu mengikuti setiap bait lagu.
Momen paling menggetarkan terjadi ketika lagu “Jangan Sampai Tiga Kali” dibawakan. Dari tengah kerumunan, terdengar seorang pengunjung berseru lantang, “Jangan pensiun!” Seruan spontan itu langsung disambut tepuk tangan panjang dan sorakan penonton, menjadi gambaran betapa kuatnya ikatan masyarakat dengan karya-karya Trio Ambisi yang telah menemani perjalanan hidup banyak keluarga Batak.
Sepanjang pertunjukan, penonton yang didominasi keluarga dan berbagai kelompok usia tampak hafal setiap lirik. Banyak yang ikut bernyanyi, berjoget, hingga mengabadikan momen tersebut dengan telepon genggam. Kehangatan malam itu memperlihatkan bahwa lagu-lagu Batak bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari memori kolektif masyarakat Sumatera Utara.
Andy Situmorang mengungkapkan rasa syukur atas sambutan luar biasa yang diterima grupnya. Ia menceritakan bahwa Trio Ambisi dibentuk oleh Charles Simbolon pada 1989 dan telah menghasilkan banyak album yang hingga kini masih dikenang para pencinta musik Batak.
“Respons masyarakat masih luar biasa. Kami merasa sudah menjadi grup legendaris, tetapi malam ini membuktikan bahwa penggemar masih mengenal dan mencintai Trio Ambisi. Itu menjadi kebanggaan terbesar bagi kami,” ujar Andy seusai tampil.
Menurutnya, kehadiran penonton dari berbagai generasi menjadi bukti bahwa musik Batak terus diwariskan dari orang tua kepada anak-anak mereka.
“Yang tua dan muda sama-sama menikmati. Mungkin dulu orang tua mereka sering memutar lagu-lagu Ambisi di rumah, sehingga anak-anak sekarang ikut mengenal dan akhirnya mencintai lagu-lagu ini,” katanya.
Sementara itu, Eli Simanjuntak menilai PRSU tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga ruang penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara kepada generasi muda. Menurutnya, perpaduan seni, budaya, kuliner, dan produk kreatif dalam satu ajang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.
Dalam penampilannya, Trio Ambisi membawakan sederet lagu yang telah melekat di hati masyarakat, di antaranya Jangan Sampai Tiga Kali, Unang Au Sai Solsoli, Kemesraan Antara Kita Berdua, Unang Parmeam-Meam, Mana Mungkin Mendua Hati, Cinta yang Tulus, hingga Demi Kau dan Si Buah Hati. Setiap lagu disambut koor ribuan penonton yang memenuhi area panggung utama PRSU.
Penampilan Trio Ambisi menjadi salah satu suguhan paling berkesan dalam rangkaian PRSU ke-50. Di tengah derasnya arus musik modern, malam itu membuktikan bahwa karya yang lahir dari akar budaya tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Panggung PRSU pun bukan hanya menjadi arena hiburan, melainkan ruang yang mempertemukan kenangan, memperkuat identitas budaya, dan menegaskan bahwa musik Batak akan terus hidup melintasi zaman.*











