Medan, Armadaberita.com – Kementerian Pertanian akan segera memperbaiki lahan pertanian di Sumatera Utara yang rusak akibat banjir dan longsor. Fokus utama adalah kebun cabai, karena kerusakannya cukup luas.
Sekitar 437 hektare lahan cabai terdampak bencana. Selain itu, sebagian kecil lahan sayuran lain juga akan dibantu. Kementan menyiapkan lebih dari 1.800 saset bibit cabai dan bantuan untuk mengolah lahan agar bisa segera ditanami kembali.
“Kami bergerak cepat, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Untuk cabai, total lahan terdampak sekitar 440 hektare. InsyaAllah minggu ini semua sudah selesai,” kata M Agung Sanusi, Direktur Sayur dan Tanaman Obat Kementan, saat rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara virtual, Senin (15/12/2025).
Wakil Gubernur Sumut, Surya, mengatakan Pemprov Sumut akan mendukung penuh rehabilitasi lahan pertanian. Ia berharap langkah ini bisa membantu menekan kenaikan harga pangan di tengah kondisi Sumut yang masih terdampak bencana.
“Kita akan dukung penuh rehabilitasi lahan hortikultura. Mudah-mudahan dengan kerja sama semua pihak, harga komoditas bisa terkendali,” ujar Surya.
Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, meminta pemerintah daerah terus menjaga kestabilan harga, terutama pada komoditas yang naik tajam.
Di Sumut, harga cabai melonjak paling tinggi di Kabupaten Nias, naik 119 persen dibandingkan bulan lalu. Kenaikan juga terjadi di Nias Utara (44%), Padanglawas Utara (36%), Padanglawas (31%), Tapanuli Selatan (27%), Simalungun (26%), dan Langkat (23%). Kenaikan serupa tercatat di Batubara, Mandailing Natal, Tebingtinggi, dan Samosir.
Dengan bantuan Kementan dan dukungan pemerintah daerah, diharapkan pasokan cabai dan sayuran bisa cepat pulih dan harga lebih stabil. (Redaksi)











