Sekam Padi Jadi Solusi Limbah: Peneliti Perempuan UPER Masuk Daftar Ilmuwan Terbaik Dunia

Dr. Nonni, Dosen Teknik Kimia Universitas Pertamina. (Ist)
Share

Jakarta,ArmadaBerita.Com – Limbah air yang tercemar logam berat dan zat warna berbahaya masih menjadi masalah besar di Indonesia. Data Kementerian Lingkungan Hidup 2025 menunjukkan, lebih dari 70 persen sungai di Indonesia sudah masuk kategori tercemar sedang hingga berat.

Menjawab tantangan itu, Dr. Nonni Soraya Sambudi, dosen Teknik Kimia Universitas Pertamina (UPER), menemukan cara unik mengubah sekam padi menjadi carbon quantum dots (CQDs) — partikel karbon berukuran nano yang mampu menyerap logam berat dan menguraikan zat warna berbahaya dalam air.

Dr. Nonni memanfaatkan sekam padi, limbah pertanian yang produksinya mencapai 156 juta ton per tahun secara global, untuk dibuat menjadi carbon quantum dots (CQDs) — partikel karbon berukuran nano yang bisa berpendar di bawah cahaya tertentu. Material ini kemudian diuji untuk menguraikan zat warna berbahaya seperti methylene blue dan menyerap ion logam tembaga (Cu²⁺) dari air.

Dengan menggunakan metode hidrotermal yang hemat energi, tim peneliti menemukan bahwa CQDs yang ditambahkan nitrogen (N) dan bismuth (Bi) bekerja lebih efektif, sehingga proses pemurnian air berlangsung lebih cepat dan efisien. Material hasil olahan limbah ini terbukti efektif hingga 70 persen dalam proses pemurnian air. Inovasi ini sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai.

“Penelitian ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular. Kami berusaha mengubah limbah yang awalnya tidak bernilai menjadi material yang bisa membantu memecahkan masalah pencemaran air, bahkan mencapai efektivitas 60% dalam menghilangkan logam berat dan 70% dalam degradasi zat warna,” ungkap Dr. Nonni baru-bari ini.

Atas kontribusi ilmiahnya, Dr. Nonni baru saja masuk daftar Top 2% Scientists Worldwide versi Stanford University, bergabung dengan jajaran ilmuwan terbaik dunia. Secara rinci Dr. Nonni menempati peringkat 181.869 dari 210.000 ilmuwan dunia.

Rektor UPER, Prof. Wawan Gunawan A. Kadir, mengapresiasi capaian tersebut. “Penelitian ini membuktikan bahwa riset dari kampus Indonesia bisa memberi dampak global, sekaligus menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berkarya di dunia sains,” ujarnya.

Hingga saat ini, Dr. Nonni tercatat telah menerbitkan 109 publikasi ilmiah yang dikutip sebanyak 2.889 kali oleh peneliti lain. Dengan lebih dari 100 publikasi ilmiah internasional, Dr. Nonni terus mendorong mahasiswa untuk aktif meneliti dan menciptakan solusi ramah lingkungan bagi masa depan. (*/Asn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *