EKBIS  

OJK Tegaskan Ketahanan Sektor Keuangan Usai Fitch Pertahankan Rating Indonesia

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi.
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa sektor keuangan Indonesia tetap kuat dan stabil setelah lembaga pemeringkat internasional Fitch Ratings mempertahankan peringkat kredit (sovereign rating) Indonesia di level BBB, meskipun outlook direvisi dari stabil menjadi negatif, Kamis (5/3/2026).

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan OJK saat ini mencermati revisi outlook tersebut beserta berbagai pertimbangan yang mendasari penilaian Fitch.

Menurutnya, OJK bersama pemerintah dan otoritas terkait terus memperkuat koordinasi kebijakan untuk menjaga kondisi sektor keuangan tetap kondusif sehingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat berlangsung secara stabil dan berkelanjutan.

“Sistem keuangan Indonesia didukung oleh kerangka pengawasan yang kuat. Kami juga akan terus melanjutkan reformasi struktural untuk meningkatkan transparansi, memperdalam pasar modal, serta memperkuat kepercayaan investor dalam jangka panjang,” ujar Friderica.

Fitch Ratings menyatakan bahwa revisi outlook tersebut mencerminkan perkembangan risiko eksternal dan dinamika kebijakan global. Namun, perubahan outlook ini tidak secara langsung menunjukkan penurunan fundamental kredit Indonesia maupun ketahanan sistem keuangan nasional.

Penegasan peringkat BBB juga menunjukkan pengakuan Fitch terhadap kemampuan Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi. Selain itu, prospek pertumbuhan ekonomi dinilai tetap kuat, tingkat utang pemerintah relatif moderat, serta fundamental ekonomi secara umum masih solid.

Friderica menambahkan, kondisi sektor keuangan domestik juga masih berada dalam kondisi sehat. Permodalan lembaga jasa keuangan berada jauh di atas batas minimum yang ditetapkan, likuiditas tetap memadai, dan profil risiko dikelola secara hati-hati.

Intermediasi keuangan pun terus tumbuh seiring dengan kondisi ekonomi yang stabil, sehingga mampu mendukung pembiayaan sektor produktif serta pembangunan jangka panjang.

Di sisi lain, OJK juga terus melanjutkan berbagai reformasi struktural dalam Roadmap Pasar Modal 2023–2027. Reformasi tersebut meliputi peningkatan transparansi kepemilikan, penguatan ketentuan free float, penyempurnaan klasifikasi data investor, serta penegakan hukum untuk memperkuat tata kelola dan integritas pasar.

OJK menilai posisi Indonesia yang dinilai relatif lebih baik dibandingkan sejumlah negara sekelas (peers) menjadi cerminan kepercayaan terhadap kapasitas kebijakan dan ketahanan institusi ekonomi nasional.

Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), OJK akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk memperkuat koordinasi kebijakan. Langkah ini dilakukan guna memastikan implementasi kebijakan berjalan selaras, konsisten, dan kredibel, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan.

Permintaan domestik yang stabil, pengelolaan kebijakan yang prudent, serta keberlanjutan agenda reformasi dinilai menjadi fondasi penting bagi stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

OJK menegaskan bahwa reformasi yang kredibel, pengawasan yang kuat, serta koordinasi kebijakan yang erat akan semakin memperkuat ketahanan sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *