Dari Masjid Al-Isra’ JNE Medan, Ricky Harun Bagikan Inspirasi tentang Makna Berbagi dan Kebaikan

Kegiatan “Sharing Time bersama Ricky Harun” di Masjid Al-Isra’ H. Soeprapto Soeparno, Medan. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Suasana berbeda terasa di Masjid Al-Isra’ H. Soeprapto Soeparno, Medan. Di tengah kesibukan aktivitas perusahaan dan hiruk-pikuk pengiriman paket, insan JNE Medan sejenak meluangkan waktu untuk berkumpul, bersilaturahmi, sekaligus menyerap pesan-pesan kebaikan melalui kegiatan “Sharing Time bersama Ricky Harun”.

Kehadiran Ricky Harun di masjid yang berada di lantai dua gudang operasional JNE Medan tersebut menjadi bagian dari rangkaian safari dakwah bersama Sahabat Yatim. Pertemuan itu tidak sekadar menghadirkan seorang figur publik, tetapi juga menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, menyampaikan inspirasi, dan mengingatkan kembali pentingnya menjaga nilai kebaikan di tengah kesibukan kehidupan.

Bagi JNE Medan, masjid bukan hanya tempat menjalankan ibadah. Masjid Al-Isra’ H. Soeprapto Soeparno juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan mempererat hubungan antarkaryawan.

Masjid tersebut memiliki cerita tersendiri. Pembangunannya dimulai pada Agustus 2018 atas partisipasi karyawan JNE, agen-agen JNE di Sumatera Utara, para donatur, serta berbagai pihak yang ikut memberikan dukungan. Masjid kemudian diresmikan pada November 2018.

Nama Al-Isra’, yang bermakna perjalanan, memiliki filosofi yang dekat dengan perjalanan JNE dalam menghubungkan berbagai wilayah melalui layanan pengiriman. Sementara nama H. Soeprapto Soeparno digunakan sebagai bentuk penghormatan kepada pendiri JNE yang dikenal memiliki semangat untuk menanamkan nilai kebaikan dan religiusitas.

Di tempat itulah Ricky Harun berbagi cerita dengan karyawan JNE Medan. Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para karyawan tampak antusias mengikuti sesi sharing dan mendengarkan pengalaman yang disampaikan Ricky.

Bagi Ricky Harun, kunjungan tersebut juga memberikan pengalaman tersendiri. Ia mengaku merasakan suasana yang tenang ketika mengikuti kegiatan di Masjid Al-Isra’ sekaligus mendapatkan kesempatan melihat lebih dekat aktivitas JNE.

“Saya merasa tempat kajian kali ini sangat tenang dan bersyukur bisa hadir di JNE Medan. Selain dapat bersilaturahmi dan berbagi cerita bersama karyawan, saya juga mendapatkan pengalaman baru dengan melihat secara langsung proses operasional paket di JNE. Semoga ke depannya bisa kembali berkunjung dan diundang lagi ke JNE,” ujar Ricky Harun.

Lebih dari sekadar pertemuan, kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana dunia usaha dapat berjalan berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan. Di tengah tuntutan pekerjaan dan target pelayanan, ruang untuk memperkuat spiritualitas dan silaturahmi menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan kerja yang sehat dan positif.

Kepala Cabang JNE Medan, Yusran, mengatakan kehadiran Ricky Harun memberikan pengalaman dan semangat tersendiri bagi keluarga besar JNE Medan.

“Kami tentunya sangat bangga dan senang JNE Medan dapat menjadi bagian dari rangkaian safari dakwah Ricky Harun. Kehadiran beliau menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi seluruh karyawan. Kami berharap sharing dan energi positif yang diberikan dapat menjadi inspirasi, meningkatkan semangat, serta membawa motivasi baru bagi seluruh insan JNE Medan untuk terus memberikan kontribusi terbaik,” kata Yusran.

Semangat berbagi tersebut sejalan dengan nilai “Connecting Happiness” yang selama ini diusung JNE. Kebahagiaan tidak hanya dimaknai sebagai hubungan perusahaan dengan pelanggan, tetapi juga bagaimana setiap insan di dalamnya dapat saling menguatkan, berbagi, dan menghadirkan manfaat bagi orang lain.

Masjid Al-Isra’ pun menjadi saksi bahwa aktivitas bisnis dan nilai kemanusiaan dapat berjalan beriringan. Dari tempat ibadah tersebut, pesan tentang kebaikan, silaturahmi dan berbagi diharapkan tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi ikut dibawa kembali oleh setiap karyawan dalam menjalankan pekerjaan dan kehidupan sehari-hari.

Sebab pada akhirnya, perjalanan sebuah perusahaan bukan hanya tentang seberapa jauh layanan mampu menghubungkan satu tempat dengan tempat lainnya. Lebih dari itu, perjalanan tersebut juga tentang bagaimana manusia di dalamnya mampu menghubungkan kebaikan, membangun kepedulian, dan menghadirkan kebahagiaan bagi sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *