UNIMED Dorong Inovasi Pengajaran Bahasa Inggris Lewat Pelatihan Deep Learning untuk Pendidik Sumut

Share

Armadaberita.com | MEDAN – Universitas Negeri Medan (UNIMED) melalui Fakultas Bahasa dan Seni berkolaborasi dengan TEFLIN (The Association for the Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia) Sumatera Utara menyelenggarakan Pelatihan dan Workshop Deep Learning bagi 53 guru dan dosen bahasa Inggris dari berbagai tingkatan pendidikan di Sumatera Utara.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Fakultas Bahasa dan Seni UNIMED ini bertujuan meningkatkan kapasitas profesional pendidik agar mampu menerapkan metode pembelajaran mendalam (deep learning) yang relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.

Presiden TEFLIN, Prof. Dr. Utami Widiati, M.A., Ph.D., mengatakan, pembelajaran bahasa harus bergerak dari sekadar hafalan menuju pemahaman mendalam yang membentuk keterampilan berpikir kritis dan kreatif peserta didik. “Guru yang menguasai deep learning akan mampu menciptakan proses belajar yang bermakna, adaptif, dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global,” ujarnya Sabtu (26/7/2025).

Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan Fakultas Bahasa dan Seni UNIMED sekaligus Koordinator TEFLIN Sumatera Utara, Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed, menjelaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya memberi teori, tetapi juga mengajak peserta mempraktikkan penerapan deep learning pada empat keterampilan bahasa: listening, speaking, reading, dan writing.

Peserta dibimbing oleh enam master trainer dari UNIMED, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara:

1. Dr. Masitowarni Siregar, M.Ed. – UNIMED
2. Dr. Meisuri, M.A. – UNIMED
3. Dr. Fahri Haswani, S.Pd., M.Hum. – UNIMED
4. Dr. Muhammad Yusuf, S.Pd., M.A. – USU
5. Benny Ichsanda Rahman Hz, M.Pd. – UIN Sumut
6. Asrita Sari, S.Pd., M.Li. – UNIMED

Format pelatihan dibagi menjadi dua sesi, 26 Juli dan 2 Agustus 2025. Peserta diberi jeda waktu untuk menerapkan materi di sekolah atau kampus masing-masing, lalu kembali dengan catatan pengalaman dan refleksi yang dibahas bersama. Pendekatan ini memastikan pengetahuan tidak hanya berhenti di ruang pelatihan, tetapi berdampak nyata di kelas.

Pelatihan ini menjadi penting mengingat hasil penelitian tentang Teacher Professional Development (TPD) di Jawa Barat menemukan bahwa sekitar 60% guru di Indonesia mengaku kesulitan menerapkan metode pengajaran inovatif karena terbatasnya kesempatan pelatihan. Melalui program ini, UNIMED berupaya memutus hambatan tersebut, membuka akses pelatihan yang berkualitas, dan mendorong guru menjadi agen perubahan di sekolah maupun perguruan tinggi.

“UNIMED berkomitmen menjadi pusat pengembangan kapasitas pendidik di Sumatera Utara. Pelatihan ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan kualitas pengajaran bahasa Inggris terus meningkat dan mampu menjawab tantangan global,” kata Dr. Masitowarni.

Dengan terlaksananya kegiatan ini, UNIMED berharap akan lahir lebih banyak guru dan dosen yang tidak hanya kompeten secara akademis, tetapi juga inovatif, reflektif, dan berorientasi pada kebutuhan nyata siswa di era digital. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *