Manokwari, ArmadaBeritaCom
Pada umumnya masalah yang terdapat dalam dunia pendidikan yaitu rendahnya mutu. Ini dapat terlihat dari hasil belajar anak. Itu juga dapat terjadi karena cara pembelajaran yang kurang variatif, terkadang pembelajaran terlalu berfokus pada kemampuan akademik, hanya menekankan kognitif anak, seperti membaca, menulis serta menghitung namun mengabaikan afektif dan motorik.
Pendidikan usia dini sebenarnya bertujuan untuk meningkatkan dan mengoptimalkan pertumbuhan anak sesuai tahapan usia. Namun, yang terjadi adalah pemahaman keliru terhadap konsep pembelajaran pada anak usia dini. Pembelajaran yang dilakukan dengan menggambungkan antara kegiatan belajar dan bermain akan menimbulkan perasaan nyaman pada anak. Hal tersebut membuat pembelajaran di kelas dapat tertanam dalam diri anak.
Namun terkadang para orang tua bergantung pada pemikiran mereka. Orangtua menginginkan anak serba instan yakni anak harus cepat pintar dalam hal membaca, menulis dan berhitung tanpa memikirkan perkembangan anak, yang justru pemikiran mereka itu akan menjadi hambatan.
Kondisi tersebut tentunya sulit bagi pengajar, karena apabila hasil anak didik kurang memuaskan tentu saja hal ini dapat menjadi tantangan bagi pengajar.
Proses belajar dikatakan berhasil jika tujuan pembelajaran yang dilakukan berhasil meningkatkan kemampuan serta pengembangan potensi diri muridnya. Belajar adalah suatu proses maupun upaya yang dilakukan agar mendapatkan perubahan tingkah laku baik dalam pengetahuan, keterampilan, sikap serta nilai positif suatu pengalaman dari berbagai materi yang telah dipelajari.
Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat memberikan motivasi dan kebebasan kepada anak untuk mencari pengalaman belajarnya sendiri. Hal ini tentunya akan menimbulkan dorongan dari dalam dirinya sendiri untuk terus mencari dan mencapai tujuannya.
Indonesia sedang membutuhkan bantuan dari berbagai pihak untuk bergerak secara sinergis demi menyukseskan pendidikan nasional. Karena itu, kita perlu bergerak untuk memajukan pendidikan.
Namun, pandemi Covid-19 memberi dampak yang cukup besar bagi seluruh masyarakat Indonesia. Salah satunya memukul sendi pendidikan, karena pada awal pandemi Covid-19, pemerintah membuat peraturan yang mewajibkan seluruh siswa agar tetap menjaga jarak yakni dengan melakukan kegiatan belajar mengajar dari jarak jauh.
Hal ini tentu sulit bagi kedua pihak, karena dalam menjalankan proses belajar dan mengajar. Namun, dengan berjalannya waktu dan pada beberapa tempat telah memperbolehkan untuk melakukan kegiatan belajar dan mengajar baik daring, luring maupun tatap muka.
Dengan memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada serta memahami pentingnya pendidikan anak usia dini, kami telah melakukan kegiatan dengan meningkatkan kegiatan minat dan semangat belajar pada anak usia dini.
Kegiatan tersebut kami laksanakan di Jalan Slamet Riyadi Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu anak-anak sekitar yang dimulai dari usia 4-11 tahun, agar dapat belajar dengan optimal meski tidak semua dalam kondisi terbatas.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari yakni pada 17 Juni 2022, 22 Juni 2022, 23 Juni 2022 dan 24 juni 2022. Kegiatan ini dilaksanakan di salah satu gedung milik penduduk sekitar. Kegiatan yang dilakukan yakni seminar tentang pentingnya pendidikan, mengenal huruf dan membaca, mengenal angka dan berhitung serta melakukan lomba menggambar dan mewarnai.
Namun, setiap saat sesi pembelajaran saya memberikan game agar anak didik saya tidak merasa jenuh dan tentunya nyaman dalam belajar. Selama kegiatan belajar mengajar ini berlangsung, saya melihat semangat yang luar biasa yang mereka perlihatkan kepada saya.
Pada hari pertama kegiatan yakni pada 17 juni 2022. Kami melakukan kegiatan seminar yang bertujuan agar mereka mengerti dan paham mengenai pendidikan. Setelah kegiatan seminar, saya mengajak mereka untuk bermain tebak gaya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa tanggung jawab antar kelompok, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, mampu bersaing secara sehat, serta meningkatkan sosialisasi mereka.
Pada pertemuan kedua dan ketiga yaitu kegiatan belajar dan mengajar dengan tujuan agar mereka lebih mengerti dan mendalami apa yang telah mereka ketahui.
Pada pertemuan terakhir kami melakukan lomba menggambar dan mewarnai, hal ini bertujuan agar anak-anak menjadi kreatif dalam berpikir serta bersaing dengan sehat.
Kami juga memberikan hadiah berupa buku dan pensil agar mereka lebih semangat dalam proses pembelajaran.
Pengalaman yang kami dapatkan selama melaksanakan kegiatan program ini adalah kami mampu menyesuaikan diri dan memahami anak-anak serta mampu berinteraksi dengan baik kepada mereka. Melihat semangat dan ketekunan mereka, membuar kami menjadi lebih semangat untuk menempuh pendidikan kami.
Hal yang bisa diambil dari kegiatan ini yaitu pembelajaran tidak selamanya didapatkan pada instansi pendidikan, namun juga bisa datang dari mana saja ketika kita siap untuk belajar. Ketika kita berusaha untuk mencapai sesuatu, lakukanlah dengan ketekunan serta sungguh-sungguh maka kita akan mencapai hasil yang kita inginkan. (*)
Naskah artikel ini ditulis oleh Neizhy Ahab Retuadan, Mahasiswi Universitas Kristen Krida Wacana (Ukrida).











