Tembok Penahan Tanah SMA Negeri 2 Besitang Rusak Sejak Banjir Bandang, Ancaman Longsor Belum Tertangani

SMA Negeri 2 Kampung Lama, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat yang masih rusak akibat banjir bandang hingga hari ini belum diperbaiki, Kamis (4/6/2026). (Ist)
Share

Langkat, ArmadaBerita.Com – Hampir tujuh bulan setelah banjir bandang menerjang Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada November 2025, tembok penahan tanah di lingkungan SMA Negeri 2 Kampung Lama masih belum diperbaiki.

Kerusakan pada struktur penahan tebing tersebut menyisakan tumpukan batu dan tanah yang rawan tergerus saat hujan turun. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran akan potensi longsor yang dapat mengancam keamanan lingkungan sekolah dan aktivitas belajar mengajar.

M. Guntur dari SMA Negeri 2 Besitang mengatakan, tembok penahan tanah atau batu heling itu roboh ketika banjir bandang melanda kawasan tersebut pada akhir tahun lalu. Namun hingga kini belum ada penanganan maupun pembangunan kembali.

“Batu heling penahan tanah itu rusak sejak banjir bandang November 2025. Sampai sekarang belum juga diperbaiki,” katanya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Guntur, pihak sekolah telah beberapa kali menyampaikan usulan perbaikan kepada instansi terkait. Akan tetapi, hingga pertengahan 2026 belum ada realisasi pekerjaan maupun kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.

Padahal, keberadaan tembok penahan tanah dinilai penting untuk menjaga kestabilan lahan sekolah. Jika dibiarkan dalam kondisi rusak, risiko kerusakan yang lebih luas dan potensi longsor saat musim hujan diperkirakan semakin besar.

Di tengah persoalan infrastruktur tersebut, perhatian juga tertuju pada kondisi penjaga sekolah. Suroso, salah satu penjaga SMA Negeri 2 Besitang, mengaku tidak menerima gaji tetap dalam menjalankan pekerjaannya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia mengandalkan hasil panen dari beberapa batang pohon kelapa sawit yang berada di area sekolah. Dari hasil panen itu, pendapatan yang diterimanya hanya sekitar Rp 200.000 setiap masa panen.

Pihak sekolah berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki tembok penahan tanah yang rusak. Selain mencegah kerusakan yang lebih parah, perbaikan dinilai penting demi menjamin keselamatan siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.

Dengan musim hujan yang sewaktu-waktu dapat kembali meningkatkan tekanan pada tebing yang telah rusak, penanganan cepat menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar usulan yang terus menunggu realisasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *