Inovasi Sampah Sorgum, Mahasiswi UPER Raih GSEA 2024 di Afrika Selatan

Karina ketika menghadiri kegiatan GSEA di Afrika selatan. (Ist)
Share

Jakarta, ArmadaBerita.Com

Wujud prestasi yang ditonjolkan kampus Universitas Pertamina (UPER) memang cukup menonjol hingga kancah internasional. Banyak torehan dari kompetisi yang diikuti mengantarkan para mahasiswa meraih prestasi.

Salah satunya, Ni Kadek Karina Dewi. Dengan inovasi Bio Briket dari sampah Sorgum, mahasiswi Program Studi Ekonomi kampus UPER ini berhasil meraih juara global dalam ajang Global Student Entrepreneur Award (GSEA) 2024 yang dilaksanakan di Cape Town, Afrika Selatan baru-baru ini.

Karin, sapaan remaja berdarah Bali ini mengisahkan, inovasi sampah Sorgum diperoleh setelah melihat kondisi Sorgum yang melimpah di Buleleng, Bali dan hasil Sorgum itu berakhir menjadi limbah tak bermanfaat. Ide meneliti limbah Sorgum bernilai guna pun muncul dibenaknya.

“Di Buleleng, Bali, sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani Sorgum. Dengan luas lahan 30 hektar, petani dapat panen sorgum sebesar 3 ton per hektar dalam 3 kali masa panen. Namun meskipun terbilang melimpah, 85 persen dari hasil sorgum tersebut berakhir menjadi limbah yang terbengkalai. Hal ini menjadi motivasi saya dalam melakukan penelitian untuk memanfaatkan limbah sorgum,” ungkap Karin dalam wawancara.

Dalam menciptakan Bio Briket tersebut, Karina melakukan berbagai eksperimen dan riset guna menemukan komposisi yang tepat dalam menghasilkan briket yang ramah lingkungan tersebut. Sebagian besar bahan baku dalam pembuatan briket tersebut berasal dari bahan alami yang ramah lingkungan.

“Pada awal proses pembuatannya, sampah sorgum yang berasal dari batang dan daunnya dipotong menjadi bagian kecil. Kemudian dikeringkan dengan sinar matahari dalam waktu 2 sampai 3 hari. Setelah cukup kering, sampah sorgum tersebut melalui proses karbonisasi atau dibakar dengan alat yang tertutup. Dari hasil karbonisasi, sampah sorgum berubah wujud menjadi arang yang selanjutnya dapat dicampurkan dengan bahan perekat yang berasal dari bahan alami. Kemudian dicetak dan dipanggang agar menjadi briket,” jelas Karin.

Melalui inovasi bio briket tersebut Karin berhasil melangkah menjadi juara utama GSEA 2024 setelah menyisihkan 1.400 peserta dari wilayah Asia Pasifik dan maju ke tahap final dengan mengalahkan 6 finalis yang berasal dari wilayah Eropa, Amerika, dan Asia Selatan. Berkat kemenangannya tersebut, Karina berhasil mendapatkan hadiah dan pendanaan bisnis dari GSEA sebesar 5.000 dollar yang akan digunakan untuk komersialisasi Bio Briket tersebut.

Karina (kedua dari sebelah kiri) bersama finalis lainnya dalam kegiatan GSEA 2024. (Ist)

Karin, menyampaikan dalam ajang GSEA yang menjadi poin penilaian yaitu latar belakang bisnis mahasiswa, selanjutnya besarnya kebermanfaatan terhadap sosial hingga yang terakhir menilai bisnis tersebut membawa aspek keberlanjutan.

“Hasilnya dalam Bio Briket ini, dapat mengurangi dampak karbon sebesar 32 persen dalam sebulan. Serta menambah nilai ekonomis dari sorgum mencapai 51 kali lipat, sehingga meningkatkan kesejahteraan dari petani sorgum. Sebagai perintis saya merasa bersyukur dapat mendapatkan kesempatan ini,” ujar Karina.

Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir MS turut mengapresiasi prestasi yang ditorehkan oleh Karina di kancah internasional tersebut.

Prof Wawan menyebut, kesuksesan Karina menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda dapat berkontribusi secara signifikan dalam memecahkan masalah lingkungan melalui kewirausahaan.

Beliau juga menegaskan bahwa UPER senantiasa mendukung mahasiswanya dalam menjadi global entrepreneur, melalui pembentukan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan sosial dan industri berorientasi keberlanjutan.

“Selain itu, UPER turut memiliki program inkubasi bisnis. Dengan total pembiayaan sebesar 200 juta, inkubasi bisnis UPER telah mendukung sebanyak 10 bisnis sepanjang tahun 2022 hingga 2023. Dimana dalam program tersebut para mahasiswa akan diberikan pembekalan, bimbingan hingga pendanaan dalam mengembangkan bisnisnya,” pungkas Prof. Wawan. (ASN/Ril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *