SENI  

Asahan Pukau PRSU ke-50, Harmoni 14 Etnis dan Produk UMKM Jadi Magnet Pengunjung

Penampilan seni dari para pelajar Kabupaten Asahan. (Ist)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Kabupaten Asahan mencuri perhatian dalam gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke-50 dengan menampilkan kekayaan seni budaya dari 14 etnis serta beragam produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penampilan tersebut berlangsung di Kompleks PRSU, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Medan, Kamis (23/7/2026) malam.

Ribuan pengunjung memadati arena PRSU untuk menyaksikan pertunjukan budaya yang menjadi etalase potensi Kabupaten Asahan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumatera Utara Silvia Sylvia Rosita Armayanti Lubis, S.Sos., M.SP., Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., Wakil Bupati Asahan, Sekretaris Daerah, para Asisten, Staf Ahli Bupati, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua TP PKK, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Asahan, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Asahan sekaligus Ketua Panitia, Musa Al Bakri, S.E., M.Si., mengatakan PRSU merupakan ajang strategis bagi seluruh daerah di Sumatera Utara untuk memperkenalkan hasil pembangunan, perkembangan dunia usaha, industri, hingga kekayaan seni dan budaya kepada masyarakat.

Menurutnya, PRSU tidak hanya menjadi ruang pameran, tetapi juga sarana promosi yang mempertemukan berbagai potensi daerah dengan masyarakat luas.

“Melalui PRSU, masyarakat dapat mengenal lebih dekat keberagaman budaya yang dimiliki setiap kabupaten dan kota, termasuk potensi budaya yang dimiliki Kabupaten Asahan,” ujar Musa.

Ia menjelaskan, seluruh pertunjukan seni yang ditampilkan pada malam itu merupakan hasil kreativitas para pelajar mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Asahan.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan penampilan daerahnya. Ia berharap suguhan seni budaya dan produk UMKM Asahan mampu memperluas wawasan masyarakat tentang potensi besar yang dimiliki kabupaten tersebut.

Dalam kesempatan itu, Taufik juga memperkenalkan Pekan Seni Budaya Daerah (PSBD), agenda budaya yang digelar setiap dua tahun sekali sebagai upaya melestarikan warisan budaya sekaligus memperkuat identitas daerah.

Menurutnya, PSBD menjadi ruang ekspresi bagi 14 etnis yang hidup berdampingan secara harmonis di Kabupaten Asahan.

“Melalui PSBD, kita menjaga warisan leluhur sekaligus menjadikannya sebagai salah satu daya tarik wisata unggulan Kabupaten Asahan. Keberagaman 14 etnis ini merupakan kekayaan yang tidak ternilai,” kata Taufik.

Rangkaian acara diawali dengan tari penyambutan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, doa bersama, penyampaian laporan panitia, sambutan pimpinan daerah, hingga penampilan berbagai kesenian khas Kabupaten Asahan. Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu berakhir sekitar pukul 23.00 WIB dalam suasana aman, tertib, dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *