Medan, ArmadaBerita.Com – Di tengah kemeriahan Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) Ke-50, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sumatera Utara memilih pendekatan yang tidak biasa. Alih-alih sekadar memamerkan capaian lembaga, BKAD memanfaatkan ajang tahunan tersebut sebagai ruang edukasi bagi masyarakat untuk memahami bagaimana anggaran daerah dikelola hingga mampu membiayai berbagai program pembangunan.
Melalui beragam infografis, panel interaktif, dan materi visual, pengunjung diajak mengenal proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), pengelolaan kas daerah, hingga pengamanan aset milik pemerintah. Langkah ini menjadi upaya meningkatkan literasi publik mengenai tata kelola keuangan yang selama ini identik dengan urusan birokrasi.
Dua petugas BKAD yang bertugas di stan pameran, Rusli Efendi dan Andi Haposan, mengatakan masih banyak masyarakat yang menikmati hasil pembangunan tanpa mengetahui proses panjang di balik lahirnya sebuah program pemerintah.
“Melalui pameran ini kami ingin masyarakat memahami bahwa setiap program pembangunan lahir dari proses perencanaan, penganggaran, pengelolaan keuangan, hingga pengamanan aset yang dilakukan secara profesional,” kata Rusli, Rabu (22/7/2026).
Menurut Andi, penyampaian informasi dengan bahasa yang sederhana diharapkan mampu mendekatkan fungsi BKAD kepada masyarakat sekaligus membangun pemahaman bahwa pengelolaan fiskal merupakan salah satu kunci keberhasilan pemerintahan.
Selama pameran berlangsung, stan BKAD menarik perhatian pengunjung yang tidak hanya membaca materi yang dipajang, tetapi juga berdiskusi langsung mengenai mekanisme penyusunan APBD dan pengelolaan aset daerah. Antusiasme tersebut menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap transparansi pengelolaan keuangan pemerintah.
Di bawah kepemimpinan Kepala BKAD Sumut, Timur Tumanggor, lembaga tersebut terus mendorong penguatan komunikasi publik sebagai bagian dari upaya mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Melalui kehadirannya di PRSU Ke-50, BKAD ingin menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak hanya ditentukan oleh pelaksanaan di lapangan, tetapi juga oleh sistem penganggaran dan pengelolaan aset yang sehat, disiplin, serta dapat dipertanggungjawabkan. Edukasi kepada masyarakat pun menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.











