BI Dorong Wastra Sumut Naik Kelas, 163 Desainer Tampilkan 521 Koleksi di Medan Fashion Trend

Medan Fashion Trend 2026 yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di DeliPark Mall Medan merupakan hasil kolaborasi BI Sumut dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026. (Istimewa)
Share

Medan, ArmadaBerita.Com – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat pengembangan industri fesyen berbasis wastra sebagai salah satu penggerak ekonomi kreatif di Sumatera Utara. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Medan Fashion Trend 2026 yang menghadirkan 163 desainer dan pelaku UMKM fesyen dengan total 521 koleksi busana berbahan wastra khas Sumatera Utara.

Ajang yang berlangsung pada 23–26 Juli 2026 di DeliPark Mall Medan itu merupakan hasil kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (BI Sumut) dengan Indonesia Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan sebagai bagian dari rangkaian Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2026.

Mengusung tema “From Invisible to Iconic“, Medan Fashion Trend menjadi wadah bagi pelaku industri fesyen untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas akses pasar, membangun jejaring bisnis, dan meningkatkan daya saing produk fesyen lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M. Moesa, mengatakan pengembangan industri fesyen berbasis wastra merupakan bagian dari strategi BI dalam mendorong UMKM naik kelas melalui peningkatan kualitas produk, inovasi desain, dan penguatan nilai tambah.

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan industri fesyen sebagai salah satu kekuatan ekonomi kreatif Sumatera Utara. Kekayaan ulos, songket, dan tenun perlu terus diinovasikan melalui desain yang berkualitas agar menghasilkan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Ameriza saat membuka Medan Fashion Trend 2026, Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, Sumatera Utara memiliki potensi besar melalui kekayaan ulos, songket, tenun, serta berbagai kain etnik yang memiliki karakter kuat. Namun, potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar semakin sesuai dengan kebutuhan pasar sekaligus mampu bersaing di industri fesyen nasional maupun global.

Selama empat hari penyelenggaraan, sebanyak 521 koleksi busana ditampilkan dalam berbagai sesi peragaan. Pada pembukaan acara saja, sebanyak 15 koleksi diperagakan sebagai representasi kreativitas desainer lokal dalam mengolah wastra menjadi busana modern.

Selain peragaan busana, Medan Fashion Trend 2026 juga menghadirkan berbagai program pengembangan kapasitas pelaku industri, seperti workshop penguatan merek bagi desainer baru, talkshow inspiratif, pameran produk fesyen, kompetisi desain busana, hingga Kids Fashion Competition. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus memperkuat identitas merek fesyen asal Sumatera Utara.

National Chair Indonesia Fashion Chamber (IFC), Lenny Agustin, mengatakan pengembangan wastra tidak cukup hanya mengandalkan kreativitas desainer, tetapi juga membutuhkan kolaborasi yang kuat antara perajin, pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan agar mampu menciptakan ekosistem industri yang berkelanjutan.

Dalam pagelaran tersebut, berbagai kain tradisional Sumatera Utara diolah menjadi koleksi fesyen kontemporer melalui eksplorasi motif, warna, material, hingga desain busana siap pakai. Pendekatan ini diharapkan mampu memperluas penerimaan pasar terhadap wastra sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.

Sejumlah desainer nasional, di antaranya Deden Siswanto dan Gregorius Vici, turut ambil bagian dalam Medan Fashion Trend 2026. Kehadiran mereka diharapkan membuka peluang kolaborasi dan transfer pengetahuan bagi desainer daerah.

Melalui sinergi dengan IFC Chapter Medan, BI berharap Medan Fashion Trend tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga mampu memperkuat rantai nilai industri fesyen berbasis wastra, mulai dari perajin, desainer, pelaku UMKM, hingga pemasaran. Sejalan dengan tema KKSU 2026, “Dari Lokal ke Global” dan “Naik Kelas, Tembus Batas”, produk fesyen Sumatera Utara diharapkan semakin dipercaya pasar dan mampu menembus panggung fesyen nasional maupun internasional. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *