Dari Ruang Kelas Bocor Menuju Sekolah Bermartabat, SMAN 7 Kendari Bangkit Lewat Program Revitalisasi

Share

ARMADABERITA.COM, KENDARI— Kondisi plafon bocor dan lantai kelas yang menggembung akibat rembesan air sempat menjadi pemandangan sehari-hari di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Kendari. Di tengah keterbatasan infrastruktur tersebut, aktivitas belajar mengajar tetap berjalan dengan keteguhan para murid dan pendidik yang menolak menyerah pada keadaan.

Kepala SMAN 7 Kendari, La Ode Muhammad Sauf, mengenang momen ketika seorang murid hanya menunjuk ke arah plafon yang bernoda air saat ditanya mengenai kenyamanan belajar. Jawaban sederhana itu menjadi pengingat bahwa semangat belajar masih bertahan meski fasilitas belum memadai.

Berangkat dari kondisi tersebut, pihak sekolah bersama seluruh ekosistem pendidikan—sebanyak 541 murid serta 60 guru dan tenaga kependidikan—menguatkan tekad untuk melakukan perubahan. Upaya itu diwujudkan melalui pengajuan proposal revitalisasi satuan pendidikan kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Tahun Anggaran 2025.

Usulan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp2,04 miliar untuk merehabilitasi berbagai fasilitas penting di SMAN 7 Kendari. Revitalisasi mencakup 11 ruang kelas, satu perpustakaan, satu laboratorium IPA, satu ruang OSIS, serta tiga fasilitas sanitasi murid.

“Pengerjaan dilakukan secara swakelola dengan melibatkan masyarakat sekitar. Proses konstruksi diawasi langsung oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan dan berjalan dari Agustus hingga Desember 2025,” ujar Sauf saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka meninjau hasil pembangunan, Sabtu (10/1/2026).

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan apresiasi atas semangat kolaborasi yang ditunjukkan oleh sekolah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa revitalisasi bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga tanggung jawab bersama dalam menjaga dan memanfaatkan fasilitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermutu.

“Yang paling penting, hasil pembangunan ini dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan demi mendukung proses pembelajaran yang menyenangkan,” kata Mendikdasmen.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen juga mengawali kegiatan dengan Senam Anak Indonesia Hebat, yang diikuti ratusan murid dan guru dari berbagai jenjang pendidikan di Kendari. Kegiatan itu menjadi simbol penguatan karakter, kebugaran, serta semangat kebersamaan lintas satuan pendidikan.

Transformasi SMAN 7 Kendari kini menjadi gambaran bahwa keterbatasan bukan akhir dari perjuangan. Dari ruang kelas yang bocor, sekolah ini tumbuh menjadi harapan baru kebangkitan pendidikan yang lebih bermartabat dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *