NEWS  

Sinabung Naik Siaga, Magma Bergerak ke Permukaan, 684 Warga Kuta Tengah Dievakuasi

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melakukan rapat teknis di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Sinabung di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026). Ist
Share

Karo, ArmadaBerita.Com – Gunung Sinabung kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas. Status gunung api di Kabupaten Karo itu naik menjadi Level III (Siaga) setelah aktivitas vulkanik meningkat dan indikasi magma bergerak menuju permukaan.

Kondisi tersebut membuat pemerintah mempercepat evakuasi warga yang berada di kawasan rawan. Sebanyak 684 jiwa dari Desa Kuta Tengah masuk dalam daftar warga yang harus dipindahkan karena wilayah permukiman mereka berada dalam zona bahaya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra, mengungkap adanya rekaman hotspot yang mengindikasikan lava telah mencapai permukaan.

Situasi menjadi lebih serius karena tekanan dari dalam gunung berpotensi membongkar kubah lava lama. Jika kondisi tersebut terjadi, Sinabung berpotensi mengalami erupsi dengan skala lebih besar.

“Jika pembentukan kubah lava baru tertahan dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi yang cukup besar seperti tahun 2019 dan 2020,” kata Armen.

PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Sebelumnya, Sinabung memuntahkan kolom abu hingga 3.500 meter dari puncak. Aktivitas gempa vulkanik juga masih berlangsung secara berkelanjutan.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution langsung meminta evakuasi tidak dilakukan setengah hati.

“Utamakan keselamatan jiwa,” tegas Bobby saat memimpin rapat koordinasi penanganan darurat di Pos PGA Sinabung, Simpang Empat, Selasa (1/9/2026).

Bobby bahkan meminta aparat mengambil langkah tegas terhadap warga yang masih bertahan di zona berbahaya apabila aktivitas gunung semakin meningkat.

Dari target 684 jiwa yang harus dievakuasi, lebih dari 260 orang telah dipindahkan menuju Gedung Korpri dan Jambur Desa Suka Nalu.

Pemkab Karo bersama TNI-Polri juga menyiapkan kendaraan antar-jemput untuk mengevakuasi warga yang masih berada di ladang.

Sebanyak 843 personel gabungan telah disiagakan untuk menghadapi kemungkinan peningkatan eskalasi.

Ancaman tak berhenti pada erupsi. Hujan ringan hingga lebat yang berpotensi mengguyur Karo pada sore dan malam hari selama 1–5 September juga diwaspadai karena dapat memicu lahar dingin dan longsor.

Sejumlah sekolah dalam radius 6 kilometer diliburkan sementara. Lebih dari 35.000 masker telah dibagikan kepada masyarakat.

Pemerintah juga menyiapkan dapur umum, tenda darurat, air bersih dan toilet portabel.

Sementara sejumlah kawasan wisata, termasuk Danau Lau Kawar, ditutup total.

Dengan status Sinabung kini Level III, pemerintah daerah diminta tidak menunggu erupsi terjadi untuk bertindak. Pergerakan magma, hotspot dan potensi runtuhnya kubah lava menjadi sinyal bahwa situasi Sinabung kembali memasuki fase yang harus diwaspadai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *